Screenshot
Naskah Sejarah Berau di Museum Mulawarman, Jejak Literasi Kuno yang Terawat
Portalsembilan.com, Kutai Kartanegara – Museum Mulawarman kembali menegaskan perannya sebagai pusat pelestarian sejarah melalui koleksi naskah kuno bernilai tinggi, salah satunya Naskah Sejarah Berau yang dikenal sebagai Schrof Book.
Naskah tersebut menjadi salah satu daya tarik utama karena memuat catatan penting mengenai sejarah wilayah Berau. Tidak sekadar dokumen tua, koleksi ini merepresentasikan jejak literasi masa lalu yang sarat nilai budaya dan intelektual.
Secara fisik, naskah ini memiliki sampul berwarna hijau dengan lembaran kertas yang telah mengalami proses konservasi ketat. Tercatat sebanyak 107 halaman yang kini dilapisi kertas Jepang khusus guna menjaga keutuhan tulisan agar tidak pudar seiring waktu.
Dari sisi penulisan, naskah ini menggunakan huruf Arab Melayu dengan tinta hitam, mencerminkan kuatnya pengaruh budaya Islam dan Melayu di Kalimantan Timur pada masanya.
Kehadiran koleksi ini menunjukkan bahwa Museum Mulawarman tidak hanya menyimpan benda pusaka seperti singgasana atau senjata, tetapi juga menjadi penjaga warisan literasi yang merekam perjalanan sejarah daerah.
Salah seorang edukator museum menyebut naskah tersebut sebagai harta intelektual yang penting.
“Dokumentasi tertulis seperti ini menjadi bukti nyata peradaban dan harus terus dijaga,” ujar Rustam.
Naskah dipamerkan dengan pencahayaan khusus dan diletakkan di atas alas berwarna merah, menghadirkan kesan sakral sekaligus menegaskan nilai historisnya.
Melalui koleksi ini, Museum Mulawarman memperkuat fungsinya sebagai ruang edukasi publik yang tidak hanya menghadirkan artefak fisik, tetapi juga merawat ingatan tertulis sebagai bagian penting dari identitas sejarah Kalimantan Timur.
(Yeni Adhayanti)

