Portalsembilan.com, Kutai Kartanegara – Dalam sebuah langkah yang menandai babak baru hubungan antara regulator dan pilar keempat demokrasi, Ketua DPRD Kutai Kartanegara, Ir. H. Ahmad Yani, menegaskan komitmennya untuk memperkuat struktur fiskal bagi keberlanjutan media lokal. Di sela-sela agenda buka puasa bersama di kediamannya, Sabtu malam (28/2/2026), Ahmad Yani memaparkan visi besar mengenai profesionalisme jurnalisme yang berkelanjutan melalui dukungan APBD.
Langkah ini dipandang bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi strategis pemerintah daerah dalam menjaga kualitas arus informasi dan kanal edukasi publik di wilayah Kutai Kartanegara.
Ahmad Yani menyoroti korelasi langsung antara kesejahteraan ekonomi wartawan dengan kualitas produk jurnalistik yang dihasilkan. Menurutnya, jurnalisme yang sehat hanya bisa tumbuh dalam ekosistem yang menghargai martabat para pelakunya.
“Kesejahteraan adalah fondasi profesionalisme. Ketika instrumen pendukung bagi para jurnalis terpenuhi, kita akan melihat lahirnya narasi-narasi yang lebih konstruktif, akurat, dan berbobot dalam mengawal pembangunan daerah,” ungkap Ahmad Yani.
Ia menggarisbawahi bahwa intervensi anggaran melalui organisasi profesi seperti PWI, maupun komunitas literasi jurnalis lainnya, bertujuan untuk memastikan seluruh entitas media dari skala besar hingga sanggar kegiatan jurnalistik mendapat rekognisi yang setara dari negara.
Lebih jauh, Ketua DPRD Kukar menekankan bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai pesan, tetapi sebagai mitra strategis dalam menciptakan transparansi publik. Kolaborasi yang diusung bukan bersifat transaksional, melainkan sebuah sinergi untuk membedah realitas sosial di tengah masyarakat. Memastikan program pembangunan menyentuh hingga akar rumput melalui pemberitaan yang tersebar luas. Mendorong media untuk menjadi mata dan telinga pemerintah dalam menangkap aspirasi masyarakat secara objektif. Membangun pola kerja sama yang mengedepankan peningkatan kapasitas SDM dan standar etik jurnalistik.
“Tujuan akhirnya adalah bagaimana masyarakat Kutai Kartanegara merasakan kehadiran pemerintah melalui informasi yang transparan dan berimbang,” tambah Ahmad Yani. Ia meyakini bahwa dengan media yang kuat secara finansial dan independen secara gagasan, pembangunan di Kukar akan menjadi lebih partisipatif.
Kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan efek domino positif terhadap pertumbuhan industri kreatif di bidang komunikasi, sekaligus memperkokoh posisi Kutai Kartanegara sebagai daerah yang melek informasi dan demokratis di Kalimantan Timur.
(Yeni Adhayanti)

