Portalsembilan.com, Kutai Kartanegara – Upaya pencarian terhadap korban tenggelam bernama Arani (58) dari Desa Long Beleh Modang, Kecamatan Kembang Janggut, terus berlanjut pada hari Kamis (15/01/2026), meskipun awalnya harus ditunda akibat kondisi cuaca hujan yang melanda lokasi kejadian. Di bawah pimpinan Kepala Pos Sektor Damkarmatan Kota Bangun, Abdi Ratama, tim SAR gabungan baru dapat memulai penyisiran sungai sekitar pukul 09.00 WITA dan terus beroperasi hingga pukul 12.00 WITA.
Kondisi cuaca yang tidak bersahabat pada pagi hari menjadi kendala utama yang membuat tim harus menunda jadwal pencarian yang semula direncanakan dimulai lebih awal. Namun, begitu intensitas hujan mulai berkurang dan kondisi sungai dianggap aman untuk dilintasi, tim segera bergerak dengan membawa seluruh peralatan penyelamatan yang diperlukan. Pencarian kali ini dilakukan dengan rute yang lebih luas, mulai dari Pulau Lanting dan terus melanjutkan ke arah hulu sungai hingga mencapai Jetty RMB, dengan jarak tempuh kurang lebih 9 kilometer.
Selama tiga jam penyisiran yang dilakukan secara seksama, tim menggunakan rubberboat dan alat pendukung pencarian seperti sonar dasar sungai untuk mendeteksi adanya benda yang berada di bawah permukaan air. Setiap titik potensial, seperti daerah dengan aliran lambat, genangan air, atau vegetasi yang tumbuh di tepian sungai, diperiksa dengan cermat oleh anggota tim yang terdiri dari petugas Damkarmatan, relawan masyarakat, petugas Polsek Kembang Janggut, serta perwakilan keluarga korban. Namun, hingga akhir penyisiran pada pukul 12.00 WITA, hasil pencarian masih menunjukkan nihil.
Setelah menyelesaikan tahap penyisiran ke arah hulu sungai, tim SAR gabungan memutuskan untuk membagi tugas guna memperluas cakupan pencarian. Tim Damkarmatan yang dipimpin langsung oleh Abdi Ratama kembali ke Posko Desa Long Beleh Modang untuk melakukan stand by, sekaligus terus memantau dan memonitor komunikasi melalui radio dengan kapal-kapal yang melintas di sungai serta tim lain yang masih berada di lokasi. Selama berada di posko, tim juga terus berkoordinasi dengan warga relawan yang telah siap membantu kapan saja jika ada informasi terkait keberadaan korban, serta keluarga korban yang terus menantikan kabar baik.
Kepala Pos Sektor Damkarmatan Kota Bangun, Abdi Ratama, menegaskan bahwa tim akan terus melakukan upaya semaksimal mungkin untuk menemukan korban, tanpa mengenal lelah atau menyerah meskipun menghadapi berbagai kendala.
“Kami memahami bahwa keluarga korban sedang dalam situasi yang sangat sulit, dan kami akan melakukan segala cara yang mungkin untuk memberikan kejelasan dan keadilan terakhir bagi mereka. Kondisi cuaca memang menjadi tantangan, tapi itu tidak akan membuat kami berhenti mencari,” ujar Abdi Ratama dengan penuh tekad.
Ia juga menambahkan bahwa tim telah melakukan evaluasi terhadap rute pencarian yang telah dilakukan dan akan menyesuaikan strategi untuk tahap pencarian selanjutnya. Beberapa langkah yang akan diambil antara lain memperluas area pencarian ke wilayah sekitar sungai yang memiliki kemungkinan korban terdampar, serta melakukan koordinasi dengan kapal-kapal yang beroperasi di sungai untuk membantu dalam pemantauan.
Keluarga korban yang telah berada di posko sejak pagi hari mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh tim SAR yang telah bekerja keras untuk mencari Arani. Meskipun harapan mulai memudar seiring berjalannya waktu, mereka tetap berdoa agar korban dapat segera ditemukan.
(Yeni Adhayanti)

