Portalsembilan.com, BERAU – Rencana pemangkasan anggaran daerah sebesar 2,1 persen pada tahun mendatang diperkirakan akan berdampak pada pelaksanaan sejumlah program pembangunan di Kabupaten Berau. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk lebih cermat dalam menentukan prioritas penggunaan anggaran agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.
Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Mangunsong, mengatakan pengurangan anggaran yang berasal dari pemerintah pusat menjadi tantangan bagi daerah dalam menjalankan agenda pembangunan yang telah direncanakan.
Menurut dia, keterbatasan fiskal dapat memengaruhi pencapaian target pembangunan yang telah ditetapkan dalam perencanaan daerah, sehingga diperlukan penyesuaian program sesuai tingkat urgensi dan manfaatnya bagi masyarakat.
“Setiap tahun ada target pembangunan yang harus dicapai. Ketika anggaran berkurang, tentu pemerintah harus melakukan penyesuaian dan menentukan program mana yang paling prioritas,” kata Rudi, Minggu (31/5/2026).
Ia menilai pemerintah daerah perlu memfokuskan anggaran pada program-program yang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Infrastruktur yang mendukung sektor produktif, seperti jalan usaha tani, pengembangan pertanian, perikanan, dan sarana ekonomi lainnya, dinilai harus menjadi perhatian utama.
Menurut Rudi, proyek yang berkaitan dengan penguatan aktivitas ekonomi masyarakat lebih penting untuk diprioritaskan dibandingkan kegiatan yang bersifat simbolis maupun monumental.
“Efisiensi anggaran harus diarahkan untuk menjaga roda perekonomian masyarakat tetap bergerak. Sektor produktif merupakan penopang utama peningkatan kesejahteraan warga di berbagai wilayah Berau,” ujarnya.
Selain fokus pada program pembangunan yang berdampak langsung, DPRD juga mengingatkan pemerintah daerah agar tetap memperhatikan kewajiban belanja pegawai, termasuk pembayaran gaji dan hak-hak aparatur sipil negara (ASN).
Rudi menegaskan setiap organisasi perangkat daerah (OPD) perlu menyusun program kerja secara lebih selektif dan menghindari kegiatan yang tidak mendesak di tengah keterbatasan anggaran yang ada.
“Setiap OPD harus menyusun program secara lebih cermat dan menghindari kegiatan yang kurang mendesak,” kata dia.
DPRD berharap langkah penyesuaian anggaran dapat dilakukan secara tepat sehingga target pembangunan prioritas tetap berjalan dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu meskipun terjadi pengurangan anggaran daerah. (ADV/DPRD BERAU)

