Portalsembilan.com, BERAU – Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, meminta pemerintah daerah memperkuat program penanganan stunting agar lebih efektif dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Menurut dia, penanganan stunting tidak boleh dilakukan hanya sebatas kegiatan seremonial, melainkan harus dijalankan secara berkelanjutan melalui edukasi gizi, peningkatan layanan kesehatan, serta perhatian terhadap kondisi keluarga.
“Persoalan stunting harus ditangani secara serius karena berkaitan langsung dengan kualitas generasi mendatang,” kata Sumadi, Selasa (12/5/2026).
Ia menilai, upaya pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat di tingkat keluarga.
Selain fokus pada pemenuhan gizi dan pelayanan kesehatan, Sumadi juga menyoroti pentingnya penguatan ketahanan keluarga sebagai langkah mencegah berbagai persoalan sosial, termasuk stunting dan kekerasan terhadap perempuan maupun anak.
Menurut dia, keluarga memiliki peran utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi tumbuh kembang anak.
Karena itu, ia berharap program pemerintah terkait kesehatan keluarga dan perlindungan anak dapat berjalan lebih maksimal sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat di Kabupaten Berau.
“Edukasi dan pendampingan harus diperkuat. Ini penting agar keluarga mampu menjadi tempat yang aman bagi anak dan perempuan,” ujarnya.
Sumadi menambahkan, keberhasilan penanganan stunting tidak hanya diukur dari penurunan angka kasus, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola asuh, asupan gizi, dan kesehatan ibu serta anak.
Ia menegaskan, sinergi antarlembaga dan konsistensi program menjadi kunci agar upaya pencegahan stunting dapat berjalan optimal dan berkelanjutan di Berau. (ADV/DPRD BERAU)

