MAHAKAM ULU, Portalsembilan – Sinergi pembangunan infrastruktur di beranda depan borneo terus dimatangkan. Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Pemkab Mahulu) bersama DPRD Mahulu mendampingi Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Ingkong Ala, S.E., M.Si., meninjau langsung progres ruas jalan penghubung lintas provinsi Kalimantan Timur–Kalimantan Utara hingga Km 95, pada Kamis (02/07/2026).
Peninjauan lapangan ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, S.E., dan Ketua DPRD Mahulu, Devung Paran, A.Md., Keb., S.H. Rombongan bertolak dari Ujoh Bilang sejak pukul 07.30 WITA dan tiba di titik Km 95 pada sore hari sekitar pukul 16.45 WITA, setelah sempat terkendala jalur licin di Km 58.
Agenda ini merupakan aksi nyata pasca-penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemprov Kaltim, Pemprov Kaltara, dan pihak PT Sumalindo terkait pemanfaatan serta pemeliharaan jalur darat penghubung kedua provinsi.
Wagub Kaltara, Ingkong Ala, menegaskan bahwa proyek interkoneksi ini murni diprioritaskan untuk hajat hidup masyarakat perbatasan. Langkah ini sekaligus menepis isu miring yang menyebut proyek pembukaan lahan jalan hanya demi memuluskan kepentingan korporasi atau proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
“Jalan ini merupakan akses strategis yang menghubungkan Kalimantan Utara dengan Kalimantan Timur. Keberadaannya diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah pedalaman,” ujar Ingkong Ala di sela peninjauan.
Lebih lanjut, Wagub menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran negara (APBD) menjadi alasan kuat pentingnya berkolaborasi dengan sektor swasta. Kontribusi PT Sumalindo dalam membuka akses jalan ini dinilai sangat membantu realisasi infrastruktur yang selama ini sulit dijangkau kemampuan dana pemerintah.
Guna meluruskan persepsi di tengah publik, pemerintah menjadwalkan agenda sosialisasi serentak kepada masyarakat dan karyawan setempat pada 6 Juli 2026 mendatang dengan menggandeng Pemkab Mahulu dan PT Sumalindo.
“Sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman yang utuh mengenai tujuan dan manfaat jangka panjang dari pembangunan infrastruktur jalan lintas perbatasan ini,” tambah Wagub Kaltara.
Dalam pemetaan jalur darat ini, rombongan juga diperkuat oleh tim teknis dari Dinas PUPR, Dishub, BPBD, Satpol PP Mahulu, perwakilan Polres Mahakam Ulu, serta jajaran manajemen PT Sumalindo.
Usai merampungkan seluruh rangkaian pemetaan dan koordinasi di Km 95, rombongan gabungan dua provinsi ini bertolak kembali menuju pusat kabupaten di Ujoh Bilang dengan menggunakan jalur sungai via speedboat. (ADV/Mahakam Ulu)

