Portalsembilan.com, BERAU — Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris, mendorong pemerintah daerah memperkuat sektor pertanian sebagai sumber pertumbuhan ekonomi alternatif yang lebih berkelanjutan di tengah ketergantungan daerah terhadap sektor ekstraktif.
Menurut dia, salah satu komoditas yang dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan ialah jagung. Komoditas tersebut dianggap mampu menjadi penopang ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru di daerah.
“Selama ini ekonomi daerah masih banyak bergantung pada batu bara dan kelapa sawit,” kata Abdul Waris. Minggu (10/5/2026).
Ia menilai ketergantungan terhadap sektor tambang dan perkebunan skala besar memiliki risiko cukup tinggi karena dipengaruhi fluktuasi harga pasar global. Selain itu, sektor tersebut juga dinilai berpotensi menimbulkan dampak lingkungan apabila tidak dikelola secara berkelanjutan.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah mulai menggeser fokus pembangunan ekonomi ke sektor pertanian yang lebih ramah lingkungan dan memiliki manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Kita perlu mulai menggeser fokus pembangunan ekonomi ke sektor yang lebih berkelanjutan, salah satunya melalui pengembangan komoditas pertanian seperti jagung,” ujarnya.
Abdul Waris menjelaskan, jagung memiliki peluang pasar yang luas karena dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Selain sebagai bahan pangan, jagung juga menjadi bahan baku utama pakan ternak dan produk olahan lainnya.
Menurut dia, pengembangan komoditas tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi petani apabila dibarengi dengan penguatan sektor hilir, seperti industri pengolahan hasil pertanian.
“Komoditas ini bisa memberikan nilai tambah bagi petani sekaligus membuka peluang usaha baru di sektor pengolahan hasil pertanian,” katanya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan melalui penyediaan bibit unggul, pendampingan kepada petani, hingga penguatan akses pasar agar pengembangan jagung di Kabupaten Berau dapat berjalan optimal. (ADV/DPRD BERAU)

