Portalsembilan.com, Kutai Kartanegara – Kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kabupaten Kutai Kartanegara. Seorang pria dengan kondisi kebingungan dan tidak mampu menjelaskan identitasnya berhasil ditangani secara persuasif dan profesional oleh personel Damkarmatan setelah diantar warga ke Mako Damkarmatan Kukar, Selasa (27/01/2026).
Peristiwa ini bermula ketika seorang warga Tenggarong bernama Subliansyah menemukan seorang pria berusia sekitar 30 tahun duduk sendirian di pinggir jalan kawasan Timbau dalam kondisi lemas dan linglung. Upaya komunikasi yang dilakukan Subliansyah tidak membuahkan kejelasan, lantaran pria tersebut tidak mampu menjelaskan siapa dirinya, dari mana asalnya, maupun ke mana harus pergi.
Merasa prihatin dan khawatir akan keselamatan pria tersebut, Subliansyah akhirnya memutuskan membawa yang bersangkutan ke Mako Damkarmatan Kutai Kartanegara sekitar pukul 23.30 WITA, dengan harapan bisa memperoleh pertolongan.
“Saya hanya merasa kasihan. Kondisinya benar-benar seperti orang kebingungan dan tidak punya tujuan. Saya pikir, Damkarmatan bisa membantu,” ujar Subliansyah.
Menerima laporan tersebut, Kepala Damkarmatan Kutai Kartanegara, Fida Hurasani, langsung menginstruksikan tiga personel Pleton 3 yakni Rudiansyah, Sandi, dan Nurhuda Saputra untuk melakukan penanganan. Penanganan dilakukan secara tenang, persuasif, dan penuh empati.
Tim tidak serta-merta mengambil kesimpulan, melainkan melakukan proses komunikasi secara bertahap untuk menggali informasi dari pria tersebut. Dari keterangan awal, pria itu mengaku bekerja di tempat pencucian kendaraan dan menyebut baru tinggal tiga bulan di Tenggarong. Namun, pernyataannya berubah-ubah dan tidak konsisten.
Melihat adanya kejanggalan, tim memutuskan melakukan penelusuran lapangan. Sekitar pukul 03.14 WITA, personel membawa pria tersebut menggunakan unit logistik Damkarmatan menyusuri kawasan Jalan AP Mangkunegara, Kelurahan Timbau, sesuai petunjuk yang mulai bisa diingat olehnya.
Fakta Terungkap di Lokasi Kerja
Upaya tersebut membuahkan hasil.
Setibanya di salah satu tempat pencucian kendaraan sekitar pukul 04.15 WITA, rekan kerja pria tersebut langsung mengenalinya. Dari keterangan teman kerjanya, diketahui bahwa pria itu sudah bekerja di lokasi tersebut lebih dari satu tahun, bukan tiga bulan seperti pengakuan awal. Rekan kerjanya juga mengungkap bahwa pria tersebut memang sedang menghadapi persoalan keluarga di daerah asalnya di Pulau Jawa. Kondisi psikologis yang tidak stabil diduga menjadi penyebab ia memberikan keterangan berbelit-belit dan menciptakan cerita-cerita yang tidak sesuai kenyataan.
Setelah dilakukan pendataan dan dipastikan dalam kondisi aman, pria tersebut kemudian diantar kembali ke tempat kerjanya sekitar pukul 04.50 WITA.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Damkarmatan Kukar Fida Hurasani mengapresiasi kepedulian masyarakat yang masih tinggi, namun mengingatkan pentingnya kehati-hatian.
“Kami menghargai niat baik masyarakat yang peduli terhadap sesama. Tapi kami juga mengimbau agar masyarakat lebih jeli. Tidak semua situasi bisa langsung dipercaya begitu saja, karena ada juga potensi penyalahgunaan atas kebaikan,” tegas Fida.
Ia menambahkan, Mako Damkarmatan merupakan fasilitas pelayanan publik yang terbuka bagi masyarakat, namun tidak boleh disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Mako Damkarmatan ini adalah rumah pelayanan bagi masyarakat. Jangan sampai ada yang memanfaatkan empati petugas untuk kepentingan pribadi yang tidak jelas,” ujarnya.
Tak hanya kepada masyarakat, Fida juga memberikan atensi internal kepada seluruh regu Damkarmatan di wilayah Kutai Kartanegara agar meningkatkan kewaspadaan dalam menangani kasus serupa.
“Saya sudah mengingatkan seluruh personel agar tetap humanis, tapi juga selektif. Verifikasi tetap harus dilakukan, supaya keamanan personel dan kredibilitas institusi tetap terjaga,” pungkasnya.
Peristiwa ini sekaligus menjadi gambaran bahwa tugas Damkarmatan tidak hanya terbatas pada pemadaman kebakaran dan penyelamatan teknis, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan kemanusiaan. Damkarmatan Kukar menegaskan komitmennya untuk tetap hadir sebagai garda pelayanan masyarakat dalam berbagai situasi darurat, dengan tetap mengedepankan profesionalisme dan kehati-hatian.
(Yeni Adhayanti)

