Portalsembilan.com, Kutai Kartanegara – Perjalanan panjang Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Mahakam Kabupaten Kutai Kartanegara memasuki babak baru. Memperingati hari jadinya yang ke-34, Perumda Tirta Mahakam menggelar acara syukuran dan ramah tamah di Halaman Tengah Kantor Perumda Tirta Mahakam, Jalan KH Ahmad Dahlan No.57 Tenggarong, Senin (19/01/2026).
Momentum peringatan ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan menjadi refleksi atas kontribusi perusahaan daerah tersebut dalam memastikan akses air bersih bagi masyarakat, sekaligus penegasan komitmen menuju transformasi pelayanan yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Acara berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, dihadiri Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri, jajaran pejabat daerah, tokoh masyarakat, mitra kerja, serta seluruh karyawan Perumda Tirta Mahakam dari berbagai unit layanan.
Dalam sambutannya, Bupati Aulia Rahman Basri menyampaikan apresiasi atas dedikasi Perumda Tirta Mahakam selama lebih dari tiga dekade melayani kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, keberadaan air bersih memiliki dampak langsung terhadap kualitas hidup warga, mulai dari aspek kesehatan, pendidikan, hingga pengentasan kemiskinan.
“Air bersih bukan sekadar layanan teknis, tetapi fondasi kehidupan. Ketika akses air bersih terjamin, kita berbicara tentang pencegahan stunting, peningkatan kualitas kesehatan, dan perbaikan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” tegas Bupati.
Ia juga menyampaikan penghargaan khusus kepada para karyawan Perumda Tirta Mahakam yang dinilainya menjalankan profesi mulia.
“Peran insan PDAM sangat strategis. Jika dokter menyelamatkan nyawa di hilir, maka karyawan PDAM menjaga kesehatan masyarakat dari hulu melalui ketersediaan air bersih,” ujarnya.
Keberadaan Sungai Mahakam sebagai sumber air baku dinilai sebagai anugerah besar bagi Kutai Kartanegara. Namun, Bupati mengingatkan bahwa potensi tersebut harus diiringi dengan pengelolaan profesional dan bertanggung jawab agar dapat dinikmati secara berkelanjutan oleh generasi mendatang.
Salah satu isu strategis yang menjadi perhatian dalam peringatan HUT ke-34 ini adalah upaya menekan angka Non-Revenue Water (NRW) atau tingkat kehilangan air. Saat ini, NRW Perumda Tirta Mahakam masih berada pada kisaran 42 persen, angka yang menunjukkan masih tingginya potensi kebocoran di jaringan distribusi.
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menargetkan penurunan NRW secara bertahap hingga mencapai standar nasional sebesar 25 persen. Strateginya jelas: penurunan minimal 2 persen per tahun, dengan potensi mencapai 3 persen per tahun melalui pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendeteksi kebocoran secara presisi.
“Setiap penurunan 1 persen NRW setara dengan penghematan sekitar Rp300 juta. Artinya, jika bisa turun 3 persen, ada potensi efisiensi hingga Rp900 juta per tahun yang dapat dialihkan untuk perbaikan layanan, pembangunan infrastruktur, dan kesejahteraan pegawai,” jelas Bupati Aulia kepada awak media.
Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam, Suparno, SE., MM., menegaskan bahwa usia 34 tahun menjadi titik tolak untuk mempercepat perubahan. Perusahaan tidak hanya berorientasi pada keberlangsungan layanan, tetapi juga pada peningkatan kualitas, profesionalisme, dan inovasi.
Target besar tahun 2026 adalah memperluas jangkauan pelayanan ke seluruh 20 kecamatan dan 193 desa di Kutai Kartanegara, sekaligus memastikan kontinuitas distribusi air bersih yang lebih stabil bagi pelanggan.
“Kami tidak bisa lagi bekerja dengan pola lama. Transformasi berbasis teknologi menjadi keniscayaan. Penggunaan sistem deteksi kebocoran berbasis AI, perbaikan manajemen jaringan, serta digitalisasi layanan pelanggan sedang dan terus kami dorong,” ungkap Suparno.
Selain penguatan sistem operasional, Perumda Tirta Mahakam juga merencanakan pembangunan kantor baru sebagai simbol identitas perusahaan yang terus berkembang. Lokasi pembangunan masih dikaji, baik tetap di kawasan eksisting maupun di lahan baru yang disiapkan pemerintah daerah di sekitar pusat pemerintahan.
Tak hanya berperan dalam layanan publik, Perumda Tirta Mahakam juga menunjukkan kontribusi konkret terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk tahun anggaran 2025, perusahaan diproyeksikan menyetorkan sekitar Rp2,5 miliar ke kas daerah, setelah melalui audit Kantor Akuntan Publik.
Di sisi internal, perhatian terhadap kesejahteraan karyawan juga menjadi bagian penting dari budaya perusahaan. Program umroh bagi pegawai telah berjalan konsisten selama 14 tahun, dengan rata-rata 15 orang karyawan diberangkatkan setiap tahun melalui mekanisme undian yang adil bagi seluruh unit kerja.
“Bagi kami, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari angka, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh karyawan dan masyarakat,” ujar Suparno.
Dalam forum yang sama, terungkap pula peran strategis Perumda Tirta Mahakam di tingkat regional. Sebagai Ketua PERPAMSI Kalimantan Timur, perusahaan saat ini tengah menjajaki koordinasi dengan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono terkait peluang penyediaan air bersih untuk kawasan IKN.
Tak hanya itu, permintaan bantuan suplai air juga datang dari Kota Balikpapan yang saat ini mengalami defisit pasokan hingga sekitar 1.000 liter per detik.
“Kami melihat ini sebagai peluang sekaligus amanah. Namun tentu semua akan melalui kajian teknis dan bisnis yang matang agar keputusan yang diambil tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas,” tambah Suparno.
Rangkaian kegiatan HUT ke-34 ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada karyawan berprestasi dan doa bersama. Suasana penuh optimisme terasa kuat, mencerminkan tekad seluruh insan Perumda Tirta Mahakam untuk terus tumbuh sebagai perusahaan daerah yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade, dukungan pemerintah daerah, serta komitmen transformasi berbasis teknologi, Perumda Tirta Mahakam menegaskan posisinya sebagai salah satu pilar penting pembangunan layanan dasar di Kutai Kartanegara hari ini dan di masa depan.
(Yeni Adhayanti)

