Portalsembilan.com, Kutai Kartanegara – Suasana pagi Minggu (18/01/2026) di Kampung Kutai, Jalan Singa Junjung RT 027, menjadi fokus perhatian setelah seorang perwakilan warga mengajukan bantuan kepada Pos Damkarmatan Matan Marangkayu untuk menebang sebuah pohon besar yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat. Pohon yang tumbuh sangat dekat dengan jalan umum dan melindungi jalur kabel arus listrik telah membuat warga khawatir, terutama ketika musim angin dan hujan tiba. Tim Damkarmatan dengan sigap merespons laporan tersebut, mengerahkan tujuh personil yang bekerja secara profesional untuk menangani kondisi berbahaya tersebut.
Andre, Sekretaris RT 027 yang juga menjadi pelapor acara ini, mengaku telah memperhatikan kondisi pohon tersebut selama beberapa waktu terakhir. “Pohon ini sudah tumbuh cukup besar, dan cabang-cabangnya mulai menjulang ke arah jalur kabel listrik serta menjorok ke atas jalan. Kami khawatir jika terjadi angin kencang atau hujan lebat, pohon tersebut bisa tumbang dan menyebabkan kerusakan pada kabel listrik, menghalangi akses jalan, atau bahkan membahayakan warga yang lewat,” ujar Andre saat menjelaskan alasan ia segera melaporkan kondisi pohon tersebut ke Damkarmatan Marangkayu sekitar pukul 09.30 WITA.
Setelah menerima laporan dari Andre, Kepala Tim Regu Damkarmatan Marangkayu, Ebet, memutuskan untuk turun langsung ke lapangan bersama enam personil lainnya, Achmad Dwi Royanto, Saprianto, Tedi Wijaya, Akhiruddin, Iwan, dan Haris Ateng. Mereka segera menyiapkan peralatan utama yang dibutuhkan sebuah chainsaw berkualitas tinggi yang cocok untuk memotong pohon dengan diameter batang yang cukup besar sebelum berangkat menuju lokasi kejadian sekitar pukul 10.00 WITA.
Saat tiba di lokasi, tim pertama kali melakukan tinjauan menyeluruh terhadap kondisi pohon, posisi jalur kabel listrik, dan lingkungan sekitar untuk memastikan proses penebangan berjalan dengan aman dan tidak menyebabkan kerusakan tambahan. Ebet yang memimpin proses penebangan langsung memberikan arahan kepada tim tentang langkah-langkah yang akan dilakukan, mulai dari menentukan arah jatuh pohon yang paling aman, memotong cabang-cabang yang menjulang ke arah kabel listrik terlebih dahulu, hingga memastikan tidak ada warga atau kendaraan yang berada di area bahaya selama proses berlangsung.
“Kita tidak bisa sembarangan menebang pohon yang berada dekat dengan fasilitas penting seperti jalur kabel listrik. Setiap langkah harus dihitung dengan cermat agar tidak menyebabkan gangguan pasokan listrik atau cedera pada siapa pun,” ujar Ebet saat memeriksa ketegangan rantai chainsaw sebelum memulai proses pemotongan.
Proses penebangan dimulai dengan memotong cabang-cabang kecil yang menjorok ke arah jalan dan kabel listrik, yang kemudian dibawa ke sisi jalan yang aman oleh beberapa personel. Setelah semua cabang berbahaya berhasil dipotong, tim fokus pada memotong batang pohon utama. Dengan menggunakan teknik pemotongan yang tepat memotong bagian bawah batang dengan sudut tertentu untuk mengarahkan arah jatuh pohon tim berhasil menjatuhkan pohon dengan sempurna ke arah area terbuka yang telah disiapkan sebelumnya, tanpa menyentuh sedikit pun jalur kabel listrik atau merusak fasilitas lain di sekitar lokasi.
Setelah pohon berhasil ditebang, tim kemudian memotong batang dan cabang-cabangnya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil agar mudah dibawa dan dibersihkan dari lokasi. Warga sekitar yang melihat proses penebangan dengan penuh perhatian bahkan turut membantu membawa bagian-bagian pohon yang sudah dipotong ke tempat penyimpanan sementara yang telah disepakati bersama RT. Tanpa mengalami kendala apapun selama proses berlangsung, seluruh pekerjaan penebangan dan pembersihan lokasi berjalan sangat lancar dan efisien.
Kepala Tim Regu Damkarmatan Marangkayu Ebet mengapresiasi Kerja Tim yang tulus atas kerja keras yang telah mereka tunjukkan.
“Saya sangat bangga dengan setiap anggota tim yang bekerja dengan sangat profesional dan hati-hati hari ini. Mereka tidak hanya mampu menebang pohon dengan aman, namun juga menunjukkan rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap keselamatan masyarakat dan kelestarian fasilitas umum,” ujarnya dengan suara yang penuh kebanggaan, sambil mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah memberikan dukungan dan mematuhi peringatan keamanan selama proses berlangsung.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Tim Regu Damkarmatan Marangkayu mengimbau kepada seluruh masyarakat Kecamatan Marangkayu untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi pohon-pohon yang tumbuh di sekitar pemukiman, jalan umum, atau dekat dengan fasilitas penting seperti jalur listrik, saluran air, atau saluran telekomunikasi.
“Saya mengimbau agar tidak mencoba menebang pohon besar sendiri, terutama jika pohon tersebut berada dekat dengan fasilitas umum atau memiliki ukuran yang cukup besar. Penebangan pohon membutuhkan keahlian dan peralatan khusus agar tidak menyebabkan bahaya,” pesan Ebet.
Ia juga menekankan pentingnya segera melaporkan kondisi pohon yang dianggap berbahaya ke Damkarmatan Marangkayu atau pihak terkait.
“Kami siap membantu masyarakat kapan saja untuk menangani masalah terkait pohon berbahaya, pohon tumbang, atau berbagai jenis kejadian darurat lainnya. Jangan ragu untuk menghubungi pos kami jika Anda menemukan kondisi yang mengkhawatirkan di lingkungan sekitar Anda,” tambahnya.
Kegiatan penebangan pohon berbahaya di Kampung Kutai hari ini menjadi bukti nyata akan komitmen Damkarmatan Marangkayu untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, serta pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan sekitar.
(Yeni Adhayanti)

