Portalsembilan.com, Kutai Timur – Polsek Muara Wahau menggelar kegiatan pengecekan dan pendampingan terhadap persiapan penanaman jagung hibrida di lahan seluas 13 hektare milik PT DSN Group, Desa Muara Wahau, Kecamatan Muara Wahau, pada hari Rabu (14/01/2026). Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Muara Wahau IPTU Sumartono ini menjadi bagian dari upaya sinergis antara Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dengan pihak swasta dalam mendukung program strategis pemerintah terkait peningkatan ketahanan pangan nasional, khususnya pengembangan komoditas jagung sebagai bahan pangan utama dan bahan baku industri.
Tim yang terdiri dari personel Polsek Muara Wahau, perwakilan bagian Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR), serta humas PT DSN Group melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap setiap sudut lahan pertanian yang akan digunakan untuk penanaman jagung hibrida. Pengecekan dilakukan secara cermat mulai dari kondisi fisik tanah, kesiapan sistem drainase, metode pembukaan lahan yang diterapkan, hingga kesiapan bibit jagung yang akan ditanam.
Dalam keterangan yang disampaikan setelah kegiatan pengecekan, IPTU Sumartono mengungkapkan bahwa progres persiapan lahan telah mencapai tahap yang memuaskan.
“Dari total lahan yang direncanakan seluas 13 hektare, hingga saat ini kita telah berhasil membuka area seluas sekitar 1,5 hektare yang kemudian langsung dilakukan proses penanaman bibit jagung hibrida berkualitas. Penanaman dilakukan dengan menggunakan metode yang sesuai dengan standar pertanian modern untuk memastikan hasil panen yang optimal,” jelasnya.
Proses pembukaan lahan yang dilakukan secara bertahap menggunakan kombinasi alat berat dan tenaga kerja lokal melibatkan karyawan PT DSN Group. Alat yang digunakan antara lain pemotong rumput guna membersihkan vegetasi liar di atas permukaan tanah, serta pembajak tanah jenis jonder yang berfungsi untuk menggemburkan tanah dan menyediakan kondisi yang baik bagi pertumbuhan akar tanaman jagung. Namun, seperti halnya kegiatan pertanian di daerah tropis, proses pembukaan lahan menghadapi kendala terkait kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Kendala utama yang kita hadapi saat ini adalah keterbatasan dalam operasional alat pengolah tanah ketika cuaca sedang hujan. Tanah yang menjadi lembek akibat curah hujan tinggi membuat aktivitas pembajakan menjadi lebih sulit dan membutuhkan waktu lebih lama. Oleh karena itu, kami mengambil kebijakan untuk melakukan pengerjaan secara bertahap sesuai dengan kondisi lapangan yang aktual, sehingga tidak mengganggu kualitas persiapan tanah untuk penanaman selanjutnya,” tambah IPTU Sumartono.
Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto yang mendengar laporan mengenai kegiatan ini memberikan apresiasi yang tinggi terhadap sinergi yang telah terjalin antara Polsek Muara Wahau dan pihak perusahaan.
“Kegiatan pengecekan dan pendampingan proses penanaman jagung yang dilakukan oleh Polsek Muara Wahau ini bukan hanya sekadar bentuk dukungan, tetapi merupakan kontribusi nyata dari Polres Kutai Timur dalam menyukseskan program pemerintah pusat dan daerah terkait peningkatan ketahanan pangan. Kita menyadari bahwa ketahanan pangan adalah pondasi penting bagi kemajuan sebuah daerah dan negara,” ujar AKBP Fauzan Arianto dengan nada yang penuh penghargaan.
Lebih lanjut, AKBP Fauzan menegaskan bahwa kolaborasi dengan pihak swasta seperti PT DSN Group menjadi faktor kunci dalam percepatan pemanfaatan lahan produktif yang selama ini belum teroptimalkan.
“Kami sangat mengapresiasi komitmen PT DSN Group yang secara aktif mendukung program ketahanan pangan daerah. Dengan memanfaatkan lahan yang ada untuk budidaya jagung hibrida yang memiliki produktivitas tinggi, diharapkan upaya ini dapat memberikan manfaat jangka panjang tidak hanya bagi perusahaan itu sendiri, tetapi juga bagi masyarakat sekitar melalui peningkatan ketersediaan pangan lokal dan dampak ekonomi yang positif bagi daerah,” pungkasnya.
Dalam rangka memastikan koordinasi yang baik dengan struktur organisasi yang lebih tinggi, pihak Polsek Muara Wahau juga melakukan pelaporan secara daring mengenai perkembangan situasi di lokasi lahan pertanian kepada Satgas Ketahanan Pangan Polres Kutim, yang diketuai oleh Wakapolres Kutai Timur dan didampingi oleh Kabag SDM Polres Kutim. Pelaporan ini mencakup detail progres pekerjaan, kendala yang dihadapi, serta rencana tindakan selanjutnya untuk memastikan bahwa program penanaman jagung dapat berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
(Yeni Adhayanti)

