Portalsembilan.com, Kutai Kartanegara – Di tengah cuaca panas yang menyengat, kebakaran kembali melanda wilayah Tenggarong pada Selasa (25/11/2025) siang. Kali ini, si jago merah mengamuk di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Melayu, menghanguskan sebuah warung makan terkenal, Raffi Seafood, yang terletak di depan Taman Pintar. Kejadian ini terjadi hanya berselang sehari setelah kebakaran besar yang melanda Tenggarong Seberang, menambah daftar panjang musibah yang menimpa wilayah ini.
Kobaran api pertama kali terlihat oleh seorang warga sekitar pukul 11.20 WITA, yang segera memicu kepanikan. Api yang diduga berasal dari bagian belakang warung dengan cepat membesar dan merambat, melahap seluruh bangunan. Warga yang panik segera menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta pertolongan.
Ironisnya, saat kejadian, sebagian besar petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kutai Kartanegara (Kukar) sedang menggelar rapat penting. Namun, informasi mengenai kebakaran tersebut segera sampai ke telinga mereka. Tanpa membuang waktu, Kepala Damkarmatan Kukar Fida Hurasani, langsung menginstruksikan untuk mengerahkan seluruh sumber daya yang ada menuju lokasi kejadian.
Sebanyak sembilan armada pemadam kebakaran dengan dukungan 50 personel segera meluncur ke Jalan Ahmad Yani. Setibanya di lokasi, petugas langsung berupaya memadamkan api yang sudah berkobar hebat. Kepulan asap tebal membumbung tinggi, menambah kesulitan dalam proses pemadaman.
“Kami sedang rapat, kemudian diinformasikan ada kebakaran sekitar pukul 11.20 WITA. Kami langsung menuju lokasi bersama personel,” ungkap Fida Hurasani di lokasi kejadian.
Api dengan cepat meluas, tidak hanya menghanguskan warung Raffi Seafood, tetapi juga merembet ke bangunan di sekitarnya. Petugas pemadam kebakaran harus berjibaku untuk mencegah api merambat lebih jauh dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Salah satu kendala yang dihadapi petugas adalah struktur bangunan warung yang terbuat dari kayu dan memiliki banyak sekat. Hal ini membuat api sulit dijangkau dan memperlambat proses pemadaman. Titik awal api diduga berasal dari sebuah kamar yang dihuni oleh karyawan Raffi Seafood, yang kemudian merambat ke dapur yang berada di sebelahnya.
“Salah satu kendala dialami, petugas berusaha masuk ke dalam bangunan kayu yang berskat-skat itu karena titik awal berada di kamar serta bangunan di sebelahnya berupa dapur turut terdampak,” sebut Fida.
Setelah berjuang selama beberapa waktu, petugas pemadam kebakaran akhirnya berhasil menjinakkan api sekitar 5 sampai 10 menit. Namun, kobaran api telah meluluhlantakkan sekitar 50 persen bangunan warung Raffi Seafood.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Namun, kerugian yang ditimbulkan akibat musibah ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kutai Kartanegara (Kukar) Fida Hurasani, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh petugas yang telah berjibaku memadamkan api di Raffi Seafood.
“Saya sangat bangga dengan respons cepat dan kerja keras seluruh anggota. Meskipun sedang dalam rapat, mereka tetap sigap dan profesional dalam menjalankan tugas,” ujarnya.
Fida Hurasani juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dalam penanggulangan kebakaran.
“Kami terus berupaya meningkatkan kemampuan dan melengkapi peralatan, serta memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak. Musibah ini menjadi pelajaran berharga bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” tambahnya.
Selain itu, Fida Hurasani mengimbau kepada seluruh masyarakat Kutai Kartanegara untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap potensi kebakaran.
“Pastikan instalasi listrik di rumah dan tempat usaha dalam kondisi baik, hindari menumpuk barang-barang yang mudah terbakar, dan sediakan alat pemadam api ringan (APAR). Jangan ragu untuk menghubungi petugas pemadam kebakaran jika melihat atau mencurigai adanya potensi kebakaran,” tegasnya.
Damkarmatan Kukar terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalisir dan kerugian akibat kebakaran dapat ditekan.
(Yeni Adhayanti)

