
Portalsembilan.com, Kutai Kartanegara – Ketentraman malam warga di Jalan Poros Samarinda Anggana RT 23, Desa Sungai Mariam, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), sempat terusik oleh keberadaan sarang tawon vespa yang meresahkan. Namun, berkat kesigapan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Pos Sektor Kecamatan Anggana, ancaman sengatan serangga berbahaya tersebut berhasil diatasi pada Senin malam (13/10/2025).
Laporan mengenai keberadaan sarang tawon di pemukiman warga ini diterima oleh Satgas Damkarmatan Pos Sektor Kecamatan Anggana dari Bapak Edi, salah seorang warga setempat. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Damkar Anggana segera bergerak cepat untuk melakukan konfirmasi dan penanganan.
Sebanyak enam personel Damkarmatan Kecamatan Anggana dikerahkan dalam operasi penanganan tawon vespa ini, meliputi Meiry Sulindra. S, Abdul Gani, M. Rakhmat Syahid, M. Nur, Dede Yusuf, dan Satria. Mereka dilengkapi dengan Unit Mobil PMK Kajama serta tiga unit kendaraan roda dua untuk mobilitas cepat. Peralatan khusus seperti karung, senter, tangga, bensin, solar, dan tiga buah bambu juga disiapkan untuk memastikan penanganan berjalan aman dan efektif.
Pada pukul 21:30 WITA, tim Damkarmatan Kecamatan Anggana tiba di lokasi kejadian. Setelah melakukan observasi dan berkoordinasi dengan warga sekitar yang turut membantu, tim langsung memulai proses evakuasi sarang tawon. Malam hari dipilih sebagai waktu penanganan karena pada saat itu tawon cenderung tidak terlalu agresif dan sebagian besar tawon berada di dalam sarang.
Dengan kehati-hatian dan pengalaman yang dimiliki, personel Damkarmatan Kecamatan Anggana menggunakan baju pelindung tawon dan peralatan yang telah disiapkan. Proses evakuasi berlangsung intensif, dengan fokus utama memastikan sarang tawon dapat diangkat dan dimusnahkan tanpa membahayakan warga maupun petugas. Setelah berjuang selama hampir dua jam, tepat pukul 23:15 WITA, sarang tawon vespa tersebut berhasil diamankan dan dimusnahkan. Seluruh proses berjalan lancar tanpa kendala berarti di lapangan.
Kepala tim regu, Meiry Sulindra, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anggota tim atas dedikasi dan profesionalisme yang ditunjukkan dalam penanganan ini.
“Saya sangat bangga dengan kerja keras dan kekompakan tim. Penanganan tawon vespa ini membutuhkan ketelitian dan keberanian, dan tim kami telah membuktikannya,” ujar Meiry Sulindra.
Ia juga tak lupa menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Anggana, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kemunculan sarang tawon di lingkungan sekitar.
“Tawon vespa ini sangat berbahaya, sengatannya bisa menyebabkan reaksi alergi serius bahkan fatal bagi sebagian orang. Oleh karena itu, jika menemukan sarang tawon, jangan sekali-kali mencoba menanganinya sendiri. Segera laporkan kepada kami di Damkar atau instansi terkait lainnya. Kami siap sedia 24 jam untuk melayani dan melindungi masyarakat,” tegasnya. Meiry menambahkan, menjaga kebersihan lingkungan dan rutin memeriksa area-area tersembunyi di sekitar rumah juga dapat meminimalisir risiko tawon bersarang. (ADV/Damkarmatan)

