Screenshot
Portalsembilan.com, Kutai Kartanegara – Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Usaha Pariwisata Kutai Kartanegara (Kukar) M. Ridha Fatrianta, S.STP, M. Si, Menegaskan arah kebijakan sektor pariwisata daerah saat ini difokuskan pada pemeliharaan aset, penyelesaian pembangunan prioritas, serta membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta.
Hal tersebut disampaikannya di Gedung B Kompleks Perkantoran Bupati Kukar, Tenggarong, Selasa (31/3/2026), menyikapi keterbatasan anggaran yang tengah dihadapi pemerintah daerah.
Ridha menjelaskan, sejumlah aset wisata seperti kawasan Pulau Kumala sejak 2017 telah berada di bawah pengelolaan Dinas Pariwisata. Namun, pengembangannya masih dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan penyelesaian infrastruktur yang telah berjalan, termasuk fasilitas waterpark yang masih dalam tahap penyelesaian.
“Dengan kondisi anggaran saat ini, kami fokus pada pemeliharaan, kebersihan, keamanan, serta penyelesaian pembangunan yang sudah ada agar bisa segera difungsikan,” ujarnya.
Selain itu, beberapa fasilitas seperti taman burung dan resort di Pulau Kumala masih dalam tahap kajian ulang untuk menentukan konsep pengembangan selanjutnya, termasuk kemungkinan revitalisasi.
Ridha menambahkan, pemerintah daerah juga membuka peluang kerja sama dengan investor atau pihak swasta untuk mengembangkan sektor pariwisata secara parsial, guna mempercepat pertumbuhan tanpa bergantung sepenuhnya pada APBD.
Menurutnya, kemajuan pariwisata tidak hanya bergantung pada intervensi pemerintah, tetapi juga peran aktif industri dan masyarakat. Saat ini, tren pengelolaan wisata berbasis komunitas di Kukar mulai berkembang dan memberikan kontribusi positif.
“Banyak destinasi yang dikelola masyarakat justru tumbuh dan membantu sektor pariwisata. Ini yang terus kita dorong,” katanya.
Di sisi lain, Dispar Kukar juga menaruh perhatian pada penguatan potensi wisata edukasi dan budaya, seperti planetarium dan kawasan edukatif lainnya, yang dinilai dapat menjadi daya tarik tambahan, terutama seiring penerapan kurikulum muatan lokal budaya Kutai di sekolah.
Ridha juga menyoroti pentingnya peningkatan aksesibilitas sebagai kunci pengembangan pariwisata, terutama dengan adanya Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mendorong perubahan pola kunjungan wisata ke wilayah pesisir seperti Samboja.
“Ke depan, peningkatan akses jalan dan konektivitas akan sangat menentukan pertumbuhan pariwisata Kukar,” jelasnya.
Pemerintah berharap kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat terus diperkuat agar pengelolaan pariwisata berjalan optimal serta mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah.
(Yeni Adhayanti)

