Portalsembilan.com, Kutai Kartanegara – Dalam rangka menyambut kedatangan Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong menggelar kegiatan aksi sosial yang penuh makna di Masjid Baitul Banun Tenggarong, Rabu (18/02/2026). Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Suparman beserta seluruh jajaran struktural dan fungsionalnya menjadi bukti nyata komitmen institusi pemasyarakatan dalam memberikan kontribusi nyata bagi kemaslahatan masyarakat.
Sebagai bagian integral dari 15 Program Aksi yang telah ditetapkan oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Direktorat Jenderal Imigrasi dan Pemasyarakatan, kegiatan ini bukan hanya sekadar bentuk kepedulian, melainkan juga realisasi dari visi pembangunan pemasyarakatan yang berdampak luas dan memberikan manfaat yang pasti bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurut Suparman, langkah ini menjadi bagian penting dari upaya menjembatani hubungan antara institusi pemasyarakatan dengan lingkungan sekitarnya.
“Kami melihat bahwa aksi sosial yang kami gelar di tempat ibadah memiliki makna yang mendalam. Selain sebagai sarana untuk mengabdi dan menunjukkan kepedulian kepada masyarakat, kegiatan ini juga menjadi cerminan nyata bagaimana pemasyarakatan bisa memberikan kontribusi yang berarti bagi kehidupan beragama dan bermasyarakat. Setiap langkah yang kami lakukan selalu diorientasikan pada manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas,” jelas Suparman.
Yang menjadi poin penting dalam pelaksanaan aksi sosial kali ini adalah keterlibatan langsung Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Tenggarong. Sebanyak tujuh orang WBP yang sedang mengikuti tahapan program reintegrasi sosial turut berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan.
Suparman menjelaskan bahwa keterlibatan WBP ini tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan melalui mekanisme dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan secara ketat, di antaranya melalui proses sidang Tim Penilai Pelaksanaan (TPP) yang memastikan setiap WBP yang terlibat memenuhi syarat dan memiliki komitmen untuk berkontribusi positif bagi masyarakat.
“Keterlibatan WBP dalam kegiatan sosial ini memiliki tujuan ganda. Selain memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan rasa tanggung jawab dan empati terhadap sesama, hal ini juga menjadi bagian dari proses pembinaan dan persiapan mereka untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat secara penuh nantinya. Setiap langkah yang mereka lakukan dalam kegiatan ini adalah investasi bagi masa depan mereka sebagai bagian yang produktif dari bangsa dan negara,” tambahnya.
Suparman menambahkan bahwa untuk tahap awal pelaksanaan program aksi sosial tahun ini, pihaknya secara khusus memfokuskan kegiatan pada tempat ibadah sebagai bentuk apresiasi terhadap peran penting lembaga keagamaan dalam membangun keharmonisan sosial. Diharapkan, kegiatan ini tidak hanya berlangsung sekali saja, melainkan bisa menjadi program berkelanjutan yang terus memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama di setiap datangnya Bulan Suci Ramadhan maupun pada momen penting lainnya.
Menerima kunjungan dan aksi sosial dari jajaran Lapas Kelas IIA Tenggarong, Imam Masjid Baitul Banun, Muhammad Amin, menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam beserta apresiasi setinggi-tingginya. Menurutnya, kehadiran dan kontribusi dari Lapas Tenggarong menjadi bukti bahwa institusi pemerintah memiliki perhatian yang besar terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam memelihara dan mengembangkan fasilitas ibadah yang menjadi pusat kegiatan spiritual bagi umat.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Lapas Kelas IIA Tenggarong. Kegiatan aksi sosial ini tidak hanya memberikan manfaat fisik bagi masjid kami, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang tinggi. Semoga setiap orang yang terlibat dalam kegiatan ini, baik dari pihak lapas maupun WBP yang turut berpartisipasi, mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT. Semoga ini menjadi ladang amal yang terus mengalir manfaatnya bagi kita semua,” ucap Muhammad Amin penuh haru.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh kebersamaan, dengan seluruh peserta baik dari petugas lapas maupun WBP menunjukkan semangat yang tinggi dalam setiap aktivitas yang dilakukan. Mulai dari membersihkan area masjid, merapikan fasilitas ibadah, hingga memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh pengelola masjid, semua dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab dan keikhlasan.
(Yeni Adhayanti)

