Portalsembilan.com, Kutai Kartanegara – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar apel siaga dan konsolidasi personel di Markas Komando Damkarmatan Kukar, Jalan AP Mangkunegara, Tenggarong, Selasa (17/02/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pencegahan serta respons cepat terhadap potensi kebakaran dan kondisi kedaruratan selama Ramadan.
Apel dipimpin langsung oleh Kepala Damkarmatan Kukar,H. Fida Hurasani, S.Sos. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa momentum Ramadan identik dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, terutama pada waktu sahur dan menjelang berbuka puasa. Situasi tersebut, menurutnya, memerlukan kewaspadaan ekstra karena berpotensi memicu insiden kebakaran akibat kelalaian rumah tangga.
“Perubahan pola aktivitas selama Ramadan harus diimbangi dengan kesiapan maksimal dari seluruh jajaran. Kami ingin memastikan masyarakat dapat beribadah dengan aman dan nyaman, tanpa gangguan insiden yang sebenarnya bisa dicegah sejak awal,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pengecekan menyeluruh terhadap armada pemadam, peralatan pemadaman dan penyelamatan, alat pelindung diri (APD), hingga sistem komunikasi dan distribusi personel di setiap pos sektor. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan seluruh sarana dan prasarana dalam kondisi optimal dan siap digunakan sewaktu-waktu.
Tidak hanya personel inti, Damkarmatan Kukar juga melibatkan sejumlah relawan kebencanaan dan relawan pemadam yang tersebar di seluruh wilayah Tenggarong. Keterlibatan relawan ini dinilai penting untuk memperkuat jejaring respons cepat, terutama di kawasan padat penduduk dan wilayah yang memiliki akses terbatas bagi kendaraan besar.
Para relawan yang hadir berasal dari berbagai komunitas siaga kebakaran dan kelompok peduli keselamatan lingkungan di Tenggarong. Mereka mengikuti pengarahan teknis, pembagian tugas, serta penegasan standar prosedur operasional guna memastikan koordinasi berjalan efektif apabila terjadi keadaan darurat.
Menurut Fida, pendekatan kolaboratif antara Damkarmatan dan relawan merupakan salah satu kunci untuk mencapai target “Zero incident” selama Ramadan. Ia menyadari bahwa potensi risiko tetap ada, terutama akibat aktivitas memasak yang meningkat saat sahur dan berbuka, penggunaan instalasi listrik tambahan, serta kelalaian dalam penggunaan kompor gas.
“Sebagian besar kasus kebakaran rumah tangga dipicu oleh faktor human error. Karena itu, selain kesiapan teknis, kami juga mengedepankan edukasi dan imbauan preventif kepada masyarakat,” ujarnya.
Sebagai langkah preventif, Damkarmatan Kukar juga mengintensifkan sosialisasi keselamatan kebakaran melalui media sosial resmi, pemasangan spanduk imbauan, serta koordinasi dengan pemerintah kelurahan dan RT di wilayah Tenggarong. Masyarakat diingatkan untuk memastikan kompor dan instalasi listrik dalam kondisi aman, tidak meninggalkan api tanpa pengawasan, serta segera melapor apabila menemukan potensi bahaya.
Apel siaga ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Damkarmatan Kukar dalam menjaga standar pelayanan publik yang profesional, responsif, dan akuntabel. Seluruh personel diinstruksikan untuk tetap siaga penuh selama 24 jam dengan sistem piket yang diperkuat.
Melalui kesiapsiagaan yang terencana dan dukungan relawan di seluruh Tenggarong, Damkarmatan Kukar optimistis dapat meminimalkan risiko kebakaran dan situasi darurat lainnya selama Ramadan. Pemerintah daerah berharap sinergi antara aparat dan masyarakat terus terjalin, sehingga keamanan lingkungan tetap terjaga dan suasana ibadah berlangsung khusyuk tanpa gangguan.
(Yeni Adhayanti)

