Portalsembilan.com, Kutai Kartanegara – Upaya pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan hilang di wilayah Kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Tenggarong, terus dilakukan oleh tim gabungan dari Damkarmatan Kutai Kartanegara bersama unsur TNI–Polri, relawan, serta masyarakat setempat. Operasi pencarian tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan cepat terhadap kondisi darurat kemanusiaan di wilayah Kutai Kartanegara.
Laporan mengenai hilangnya seorang pria bernama Sahrani A (57) diterima petugas pada Selasa (17/02/2026), sekitar pukul 13.30 WITA. Berdasarkan informasi keluarga, korban sebelumnya pergi pada Senin malam (16/02/2026) sekitar pukul 16.00 WITA untuk memasang perangkap ikan (bubu) di kawasan Gunung Karanga, namun hingga pukul 22.00 WITA tidak kembali ke rumah.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim dari Mako Damkarmatan langsung bergerak menuju lokasi di RT 03 Kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Tenggarong. Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan koordinasi dengan aparat kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, relawan Redkar, serta warga sekitar guna mempercepat proses pencarian.
Operasi pencarian hari pertama dimulai pukul 15.00 WITA dengan penyisiran area hutan, kebun, dan aliran sungai di sekitar lokasi yang diduga menjadi jalur aktivitas korban. Tim melakukan pencarian dengan radius sekitar tiga kilometer menggunakan peralatan rescue, GPS, serta komunikasi radio untuk memastikan seluruh sektor dapat terpantau secara optimal. Hingga pukul 17.30 WITA, pencarian sementara dihentikan karena faktor visibilitas dan keamanan tim, dengan hasil korban belum ditemukan.
Kepala Damkarmatan Kabupaten Kutai Kartanegara, H. Fida Hurasani, S.Sos menyampaikan apresiasi atas kerja cepat, solid, dan terkoordinasi dari seluruh personel di lapangan. Ia menilai sinergi antara petugas, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam setiap operasi penyelamatan.
“kesiapsiagaan tim merupakan bagian dari komitmen pelayanan publik yang tidak hanya fokus pada penanganan kebakaran, tetapi juga misi kemanusiaan seperti pencarian orang hilang, evakuasi, dan pertolongan darurat lainnya,” Ujarnya.
Selain itu, Fida juga mengimbau masyarakat di wilayah Kalimantan Timur, khususnya yang beraktivitas di area hutan, sungai, maupun kebun terpencil, agar selalu memperhatikan faktor keselamatan dan memberi tahu keluarga atau tetangga sebelum bepergian. Langkah sederhana tersebut dinilai dapat mempercepat penanganan apabila terjadi kondisi darurat.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus melanjutkan pencarian bersama unsur terkait dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, medan, dan informasi tambahan dari masyarakat. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen memberikan dukungan penuh hingga korban ditemukan.
Operasi ini sekaligus menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor tetap menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan warga, terutama di wilayah dengan karakter geografis yang luas dan beragam seperti Kutai Kartanegara. Dengan dukungan masyarakat, diharapkan setiap kejadian darurat dapat ditangani lebih cepat, tepat, dan efektif.
(Yeni Adhayanti)

