Portalsembilan.com, Kutai Kartanegara – Kesiapsiagaan petugas pemadam kembali ditunjukkan jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam menangani insiden kebakaran rumah warga di wilayah Kecamatan Tenggarong, Senin (16/2/2026) siang. Berkat respons cepat personel, api berhasil dikendalikan sebelum meluas dan menimbulkan kerusakan lebih besar.
Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 12.10 Wita di Jalan Danau Jempang RT 25, Kelurahan Melayu, Tenggarong. Informasi awal diterima dari masyarakat setempat yang melihat kepulan asap dari bagian dapur rumah warga. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Damkarmatan Pos Sektor Tenggarong Pattimura Station yang segera mengerahkan Regu 1 menuju lokasi kejadian.
Dalam operasi penanganan tersebut, petugas mengerahkan dua unit mobil tangki, yakni armada Transformers dan Gundam, serta dukungan tiga tabung apar berkapasitas enam kilogram. Selain personel Damkarmatan, proses penanganan juga melibatkan unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan Redkar, serta partisipasi aktif warga sekitar yang turut membantu upaya pemadaman awal.
Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh kesalahan pemasangan tabung gas yang mengalami kebocoran. Kondisi ruang dapur yang minim sirkulasi udara mempercepat akumulasi gas. Saat kompor masih dalam keadaan menyala, percikan api diduga langsung menyambar gas yang bocor sehingga memicu kobaran api di area dapur dan merembet ke dinding bangunan.
Beruntung, warga setempat bergerak cepat melakukan pemadaman awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) milik masyarakat. Saat tim Damkarmatan tiba di lokasi, api sudah dalam kondisi terkendali dan selanjutnya dilakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa. Estimasi waktu tempuh personel menuju lokasi hanya sekitar tiga menit sejak laporan diterima, yang menjadi faktor penting dalam meminimalkan dampak kebakaran.
Kepala Damkarmatan Kutai Kartanegara, Fida Hurasani, menyampaikan apresiasi atas kesigapan personel di lapangan serta partisipasi masyarakat dalam membantu proses penanganan.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan penanganan cepat tidak lepas dari koordinasi yang baik antara petugas dan warga, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap penggunaan alat pemadam dini di lingkungan permukiman.
“Kami mengapresiasi kerja cepat anggota di lapangan dan kepedulian warga yang sigap melakukan pemadaman awal. Ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi kebakaran,” ujarnya.
Fida juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan tabung gas, memastikan pemasangan regulator sesuai standar, serta memperhatikan ventilasi dapur untuk menghindari akumulasi gas. Selain itu, ia mendorong setiap rumah tangga memiliki APAR sebagai langkah antisipasi dini.
Menurutnya, pencegahan tetap menjadi langkah utama dalam menekan risiko kebakaran permukiman. Edukasi kepada masyarakat akan terus digencarkan agar potensi kebakaran dapat diminimalkan dan keselamatan warga tetap terjaga.
Dengan penanganan cepat dan sinergi berbagai pihak, insiden kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Kerusakan material terbatas pada bagian dapur rumah warga.
(Yeni Adhayanti)

