Portalsembilan.com, Kutai Kartanegara – Pengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Muara Badak memberikan klarifikasi resmi menyusul beredarnya video pembagian makanan kepada siswa yang sempat memicu beragam tanggapan di media sosial. Video tersebut memperlihatkan siswa membawa pulang kelapa utuh, sehingga menimbulkan asumsi bahwa buah tersebut merupakan satu-satunya menu yang diterima.
Konten tersebut ramai diperbincangkan setelah diunggah oleh sejumlah akun di platform Instagram, di antaranya @respon.media dan @pembasmii.kehaluan pada Jumat (13/2/2026).
Kepala SPPG Dapur Alam Gas Alam Badak Satu, Abdi Nolima, menegaskan bahwa dokumentasi yang beredar tidak merepresentasikan keseluruhan paket MBG yang dibagikan kepada siswa.
“Video yang beredar hanya menampilkan sebagian paket, bukan keseluruhan menu MBG. Informasi yang terpotong seperti ini berpotensi menimbulkan persepsi yang tidak utuh di masyarakat,” ujar Abdi Nolima dalam keterangannya.
Ia menjelaskan bahwa unggahan tersebut awalnya dibuat oleh pihak sekolah sebagai dokumentasi kegiatan dan respons siswa terhadap program MBG. Namun, potongan visual yang beredar kemudian disalahartikan seolah-olah siswa hanya menerima kelapa muda.
Abdi menegaskan, paket MBG yang disalurkan terdiri dari dua komponen menu, yakni menu kering dan menu basah.
“Kelapa muda memang termasuk dalam menu kering, tetapi bukan satu-satunya. Paket lengkap juga berisi roti abon, telur rebus, dan susu. Sementara menu basah mencakup nasi putih, telur kecap, tahu goreng tepung, tumis sayur, serta buah segar,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh komposisi menu telah disusun berdasarkan pertimbangan kebutuhan energi, protein, dan vitamin bagi anak usia sekolah.
Atas polemik yang muncul, pihak pengelola MBG menyampaikan permohonan maaf sekaligus memastikan akan memperbaiki pola komunikasi publik ke depan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi. Evaluasi internal sedang kami lakukan, terutama terkait dokumentasi dan penyampaian informasi kegiatan agar tidak menimbulkan salah tafsir di masyarakat,” kata Abdi.
Program MBG sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan peserta didik melalui penyediaan makanan bergizi di lingkungan sekolah. Selain mendukung pemenuhan nutrisi, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan daya konsentrasi dan kesiapan belajar siswa, khususnya di wilayah Kutai Kartanegara.
(Yeni Adhayanti)

