Portalsembilan.com, Marangkayu – Operasi pencarian terhadap seorang petani sawit yang dilaporkan hilang saat berburu di kawasan perkebunan sawit Desa Makarti, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, terus diintensifkan. Hingga hari keempat pelaksanaan operasi, Selasa (10/2/2026), tim SAR gabungan memperluas area pencarian dengan pembagian sektor dan penyisiran terkoordinasi.
Korban diketahui bernama Steven Riadi (50), warga RT 22, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda. Ia dilaporkan hilang di area kebun sawit dan hingga kini masih dalam pencarian (DP).
Rencana Operasi SAR dilaksanakan sejak 7 Februari hingga 10 Februari 2026 dengan melibatkan unsur lintas instansi. Pada hari keempat (H4), tim SAR gabungan mengawali kegiatan dengan briefing pada pukul 07.00 Wita untuk mengevaluasi hasil pencarian sebelumnya sekaligus menyusun strategi lanjutan.
Sekitar pukul 07.15 Wita, tim gabungan bergerak melakukan penyisiran di area dengan radius 10 kilometer dari lokasi kejadian perkara (LKP) dengan total cakupan pencarian mencapai kurang lebih 138 kilometer persegi. Area pencarian dibagi menjadi dua sektor utama guna memaksimalkan efektivitas dan efisiensi personel.
Sektor I dengan luas sekitar 65 kilometer persegi ditangani oleh Tim Pos SAR Samarinda dan BPBD Kutai Kartanegara. Sementara Sektor II seluas kurang lebih 73 kilometer persegi disisir oleh Tim PMI Muara Badak bersama Pos Sektor Damkarmatan Kecamatan Marangkayu.
Dalam pelaksanaan operasi, tim menggunakan sejumlah peralatan pendukung, antara lain Rescue Car DMax Basarnas, Rescue Double Cabin BPBD Kukar, Rescue Double Cabin PMI Muara Badak, peralatan komunikasi lapangan, perlengkapan medis, serta peralatan jungle rescue untuk menghadapi karakteristik medan perkebunan dan semak belukar.
Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Pos SAR Samarinda, Pos Sektor Damkarmatan Marangkayu, BPBD Kukar, PMI Muara Badak, Disdamkar Marangkayu, staf Kecamatan Marangkayu, aparat Desa Makarti, keluarga korban, serta warga setempat. Sinergi lintas sektor tersebut menjadi kunci dalam memperluas jangkauan pencarian di tengah keterbatasan kondisi lapangan.
Adapun sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan meliputi keterbatasan sinyal komunikasi dan akses kendaraan yang sulit dilalui, terlebih dengan kondisi cuaca hujan ringan yang turut memengaruhi mobilitas tim.
Kepala Pos sektor Damkarmatan Marangkayu, Ebet, yang turun langsung memimpin personel di lapangan, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan soliditas seluruh anggota tim gabungan.
“Saya mengapresiasi semangat dan kerja keras seluruh personel yang tetap maksimal melakukan pencarian meski medan cukup berat dan sinyal komunikasi terbatas. Keselamatan tim tetap menjadi prioritas utama selama operasi berlangsung,” ujarnya.
Ebet juga mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di area perkebunan dan hutan, agar selalu memperhatikan faktor keselamatan serta memberi informasi secepatnya kepada aparat apabila terjadi kondisi darurat.
“Kami mengingatkan warga agar tidak beraktivitas seorang diri di area yang berisiko tanpa pemberitahuan kepada keluarga atau perangkat desa. Koordinasi dan kewaspadaan sangat penting untuk mencegah kejadian serupa,” tegasnya.
Hingga laporan ini disampaikan, proses pencarian masih terus dilakukan sesuai rencana operasi. Tim SAR gabungan berkomitmen melaksanakan upaya maksimal dengan tetap mengedepankan prosedur keselamatan serta koordinasi terpadu antarinstansi.
(Yeni Adhayanti)

