Portalsembilan.com, Sanga-sanga – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) secara resmi meresmikan Patung Ir. Soekarno sekaligus Ruang Terbuka Hijau (RTH) Sangasanga pada hari Selasa (27/01/2026) sore. Lokasi peresmian berada di kawasan Lapangan Sepak Bola PT. Pertamina EP Sangasanga Field, Kecamatan Sangasanga, dengan kehadiran langsung Wakil Bupati Kukar H. Rendi Solihin, S.M, bersama seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan berbagai tokoh serta pejabat dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Kalimantan Timur.
Sebelum acara inti berlangsung, seluruh delegasi Forkopimda terlebih dahulu berkumpul di Gedung Training Center PT. Pertamina EP Sangasanga Field pada pukul 15.45 WITA, sebelum bergerak ke lokasi peresmian untuk menyaksikan prosesi peluncuran simbolik patung dan taman hijau.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Rendi Solihin menjelaskan bahwa pembangunan patung Proklamator Kemerdekaan RI ini bukan hanya sebagai bentuk penghormatan sejarah, melainkan juga sebagai upaya menyediakan ruang publik yang representatif, edukatif, dan mampu menjadi pusat aktivitas masyarakat.
“Kami tidak ingin patung ini hanya berdiri tegak tanpa makna. Kami sudah mempersiapkan segala sesuatunya agar lokasi RTH dan patung Bung Karno ini bisa menjadi daya tarik bagi Kecamatan Sangasanga dan Provinsi Kalimantan Timur,” ucapnya.
Proses pembangunan yang dimulai sejak tahun 2022 melalui tahap peninjauan lokasi dan teknis lahan, kemudian memasuki tahap perencanaan pada 2023 dan pembangunan pada 2024, menghabiskan anggaran hampir 30 miliar rupiah untuk pembangunan patung dan RTH, ditambah dengan pengaspalan dan pelebaran jalan menjadi jalur dua di sekitar kawasan. Pemerintah daerah juga mendapatkan dukungan penuh dari PT. Pertamina EP Sangasanga Field, termasuk dalam pengurusan dokumen terkait lokasi yang merupakan objek vital negara serta koordinasi dengan berbagai kementerian pusat.
Selain sebagai kawasan hijau dan monumen sejarah, pemerintah kecamatan Sangasanga akan menghadirkan kegiatan rutin bernama “Sukarno Night” yang akan digelar setiap malam Minggu. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah kreativitas seni budaya lokal dengan menampilkan pertunjukan tari, band lokal, serta berbagai hiburan rakyat, yang diintegrasikan dengan keberadaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Anggaran untuk kegiatan setiap malam Minggu sudah kami siapkan. Kami juga akan menyediakan kios-kios yang tertata rapi untuk UMKM lokal, serta fasilitas pendukung lain seperti musola yang akan diselesaikan dalam waktu dekat,” jelas Wakil Bupati.
Diketahui bahwa patung Ir. Soekarno di Sangasanga menjadi yang tertinggi pertama di luar Pulau Jawa dan kelima di tingkat nasional, hanya berbeda 10 cm dengan patung di kompleks Soekarno-Hatta. Pemilihan Bung Karno sebagai ikon didasarkan pada peran beliau sebagai Presiden Pertama RI sekaligus sosok yang telah berkontribusi besar dalam pembangunan Kutai Kartanegara dan Kalimantan Timur.
“Beliau adalah salah satu inisiator pembangunan Kutai Kartanegara bahkan Kalimantan Timur hari ini. Banyak negara besar di dunia juga dengan bangga menampilkan patungnya, maka dari itu kami juga berbangga bisa memiliki satu di Sangasanga,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Kukar juga menegaskan bahwa pembangunan kawasan ini tidak hanya berfokus pada titik monumen saja, melainkan juga memperhatikan infrastruktur pendukung di seluruh wilayah kecamatan Sangasanga, termasuk akses ke wilayah pedalaman dan hulu sungai. Selain itu, acara peresmian juga menyaksikan penggunaan drone pertanian sebagai simbol kemajuan sektor pertanian di Kukar, yang diharapkan bisa menjadi motivasi bagi anak muda untuk terlibat dalam sektor tersebut.
Tak hanya itu, Wakil Bupati juga mengumumkan bahwa program “Kukarland” yang telah lama direncanakan akhirnya masuk dalam kalender prioritas tahun ini dengan anggaran yang sudah tersedia dan akan segera dilaksanakan.
“Dengan resminya patung dan Taman RTH Sangasanga ini, kami berharap kawasan ini bisa menjadi pusat aktivitas publik yang hidup, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi perekonomian dan kebudayaan masyarakat Kukar,” pungkasnya.
(Yeni Adhayanti)

