Portalsembilan.com, Sangasanga, Kutai Kartanegara – Kelurahan Sangasanga Dalam menggandeng seluruh lapisan masyarakat untuk memastikan kelancaran rangkaian acara Merah Putih yang akan berlangsung pada (27/01/2026). Dalam wawancara ekslusif di Kantor Kelurahan pada Jumat (23/01/2026), Lurah Sri Wahyuni Ermawati mengungkapkan bahwa persiapan telah berjalan dengan semangat gotong royong, mencakup berbagai aktivitas mulai dari pemasangan dekorasi hingga penguatan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM.
Ekspo UMKM yang akan menjadi bagian dari acara direncanakan berada di sekitar Lapangan Merah Putih Kecamatan Sangasanga, sementara upacara resmi akan digelar di Monumen Palagan dengan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, sebagai inspektur upacara. Pada hari yang sama, akan dilakukan peresmian Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang diikuti dengan Pesta Rakyat Kelurahan Sangasanga Dalam yang menghadirkan beragam pertunjukan dan hiburan untuk meramaikan suasana perayaan.
“Salah satu fokus kita adalah memastikan bahwa seluruh elemen masyarakat merasa memiliki acara ini. Kami telah melibatkan semua RT ada 24 RT di kelurahan kami beserta RW, PKK, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), dan Karang Taruna,” jelas Sri Wahyuni. Penyebaran informasi dilakukan secara menyeluruh melalui surat resmi, media massa lokal, dan platform media sosial seperti Facebook dan Instagram, dengan menekankan bahwa perayaan kemerdekaan adalah momen bersama yang harus dinikmati seluruh lapisan.
Dalam hal sarana dan fasilitas, kelurahan mengakui bahwa keterbatasan infrastruktur diatasi dengan semangat swadaya yang tinggi dari masyarakat. Untuk pemasangan umbul-umbul yang menjadi ciri khas perayaan Merah Putih, seluruh RT telah diimbau untuk berpartisipasi aktif dalam menghiasi lingkungan masing-masing wilayah kerja.
“Kita tidak bisa melakukan semuanya sendiri, jadi kerja sama dan bantuan dari masyarakat menjadi kunci utama. Semua orang punya peran penting untuk membuat acara ini meriah,” ucapnya.
Untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan acara, pihak kelurahan telah melakukan koordinasi erat dengan Babinsa Koramil setempat, Babinkamtibmas Polsek Sangasanga, serta unsur keamanan lainnya. Relawan Kota Juang dan sukarelawan dari tim Damkarmatan Sangasanga juga turut berkontribusi secara penuh, bahkan memberikan dukungan tambahan berupa pendampingan sosial bagi warga yang membutuhkan.
“Teman-teman relawan ini luar biasa cukup diberitahu dan diajak berpartisipasi, mereka langsung siap membantu. Bahkan seringkali menjadi tempat curhat bagi sebagian warga, seperti ibu-ibu yang merasa kesendirian saat ada acara besar. Mereka benar-benar menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat,” papar Sri Wahyuni dengan nada hangat.
Mengenai kendala yang dihadapi, lurah menyampaikan bahwa penyesuaian anggaran pada hampir seluruh OPD menjadi tantangan utama, mengingat banyaknya program yang harus disesuaikan dengan kondisi keuangan saat ini. Namun, beberapa OPD terkait tetap memberikan dukungan maksimal, antara lain Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara dan Dinas Olahraga dan Pariwisata (Dispora) yang turut mendukung kegiatan Goes Kota Juang yang akan berangkat dari Tenggarong menuju Sangasanga, serta acara Jumba Bersama yang akan digelar di kawasan RTH sekaligus saat peresmiannya.
Kegiatan doa bersama yang direncanakan pada tanggal 25 Januari akan dilaksanakan di Masjid Al-Mukaroma, yang juga berfungsi sebagai Masjid Kecamatan Sangasanga, dengan menghadirkan unsur agama dan masyarakat untuk bersama-sama berdoa bagi kemakmuran negara dan daerah.
Harapan utama dari pelaksanaan acara Merah Putih ini adalah terwujudnya kesejahteraan yang merata bagi masyarakat Kutai Kartanegara sesuai dengan visi-misi Bupati, serta masuknya lebih banyak proyek pembangunan ke Kecamatan Sangasanga agar tidak tertinggal perkembangan dari kecamatan lain. Selain itu, diharapkan pertumbuhan ekonomi lokal dapat meningkat pesat, kerukunan antarumat beragama dan suku tetap terjaga dengan baik, serta melalui momen perayaan ini dapat muncul generasi muda yang siap menjadi pelopor kemajuan daerah.
“Kita punya potensi besar, termasuk museum yang menjadi kebanggaan kecamatan ini. Semoga acara ini bisa menjadi awal yang baik untuk mengangkat nama baik Sanga-Sanga dan membawa manfaat nyata bagi seluruh masyarakat,” tutup Sri Wahyuni dengan optimisme.
(Yeni Adhayanti)

