Portalsembilan.com, – Muara Jawa, Kutai Kartanegara – Seorang warga bernama Muhammad Nurdin (49) menjadi korban serangan buaya saat tengah melakukan aktivitas menangkap udang di Empang Muara Ulu, Kelurahan Muara Kembang, Kecamatan Muara Jawa, pada hari Senin (19/01/2026) sekitar pukul 23.45 WITA. Hingga hari ini (20/01/2026), hanya sebagian anggota tubuh korban berupa tangan kiri yang berhasil ditemukan, sementara pencarian keseluruhan tubuh masih akan dilanjutkan pada pagi hari besok.
Korban yang berasal dari suku Bugis dan lahir di Sidrap pada 10 Februari 1976, dengan alamat tinggal di Jalan Tahrir RT 02 Kelurahan Muara Jawa Pesisir, tengah melakukan aktivitas menjaring atau “poro” udang bersama anaknya Amat (23) dan pemilik empang Bapak Senong (50) yang berdomisili di Samboja. Menurut keterangan saksi mata langsung, sekitar pukul 23.30 WITA, korban merasa kesulitan untuk mengangkat jaring yang penuh udang sehingga memutuskan untuk turun ke dalam air, dibantu oleh kedua orang tersebut.
Tak lama kemudian, sebuah buaya tiba-tiba muncul dan menyerang Muhammad Nurdin, lalu membawanya menjauh dari depan pintu masuk empang. Peristiwa mengerikan ini terjadi begitu cepat dan membuat kedua saksi kebingungan karena tidak memiliki sarana untuk membantu korban saat itu juga.
“Kondisi lokasi di sekitar empang pada saat kejadian benar-benar minim sarana komunikasi, tidak ada sinyal sama sekali. Itulah mengapa informasi kejadian baru bisa kami sampaikan kepada keluarga korban pada pukul 07.30 WITA hari Selasa,” ujar Bapak Senong.
Setelah mendapatkan kabar tersebut, keluarga dan beberapa warga segera melakukan pencarian mandiri. Sekitar pukul 11.00 WITA, saat air mulai surut, anak korban Amat menemukan potongan tangan kiri korban pada jarak kurang lebih 300 meter dari lokasi kejadian awal.
Keluarga korban baru dapat menghubungi Pos Sektor Damkarmatan Muara Jawa pada pukul 13.00 WITA. Tak lama kemudian, pada pukul 15.00 WITA, tim SAR dari Damkarmatan Muara Jawa bersama dengan pihak Polairud, TNI AL, dan Koramil segera melakukan tindakan pencarian menggunakan kapal Seatruck PHM. Pencarian berlangsung hingga pukul 18.00 WITA namun belum mendapatkan hasil yang diharapkan.
Lokasi kejadian tepat berada pada koordinat 0° 50.156° Lintang Selatan dan 177° 21.937° Bujur Timur.
Hadir dalam upaya pencarian kali ini antara lain Babinsa, unsur TNI AL, Polairud, Damkarmatan Muara Jawa, BPBD Muara Jawa, serta sejumlah warga yang secara sukarela membantu proses pencarian.
Kepala Tim Regu Damkarmatan Muara Jawa, Ibnu Ramadhan, mengapresiasi kerja sama yang terjalin dengan baik antara berbagai instansi dan masyarakat dalam menangani kejadian ini. Selain itu, ia juga mengeluarkan himbauan penting bagi seluruh masyarakat yang sering beraktivitas di sekitar perairan, baik empang, sungai, maupun laut di wilayah Muara Jawa.
“Kami sangat menghargai kerja sama yang solid dari semua pihak dalam upaya mencari korban. Namun, kami ingin mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat berada di dekat perairan, terutama pada malam hari atau saat kondisi air mulai surut atau pasang. Buaya seringkali muncul di area tersebut, jadi penting untuk tidak melakukan aktivitas sendirian dan selalu memperhatikan lingkungan sekitar,” tegas Ibnu Ramadhan.
Pihak terkait berencana akan melanjutkan proses pencarian mulai dari pagi hari besok dengan persiapan yang lebih matang dan dukungan alat yang memadai, dalam harapan dapat menemukan keseluruhan tubuh korban untuk dapat diberikan pemakaman yang layak sesuai dengan kepercayaan keluarga.
(Yeni Adhayanti)

