Portalsembilan.com, Marangkayu Kutai Kartanegara – Peristiwa kecelakaan kerja terjadi di wilayah Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Seorang buruh panen sawit dilaporkan hilang setelah terjatuh dan hanyut terbawa arus Sungai Santan Ulu, tepatnya di Dusun Wira 2 RT 002, Desa Santan Ulu, Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 14.00 WITA.
Korban diketahui bernama Muhammad Rosaid Amar alias Edo (33), warga Dusun Wira 2 RT 002 Desa Santan Ulu. Saat kejadian, korban tengah bekerja sebagai buruh panen sawit di kebun milik warga setempat bernama Rauf.
Ketua RT 002 Desa Santan Ulu, Muklis (38), yang juga menjadi informan awal kejadian, membenarkan bahwa peristiwa tersebut terjadi saat korban bersama rekan-rekannya memindahkan buah sawit menggunakan metode seling gantung untuk menyeberangi sungai.
“Korban bersama saksi sedang bekerja memindahkan buah sawit ke seberang sungai. Saat berada di tengah, korban terjatuh ke air dan langsung terseret arus,” jelas Muklis.
Berdasarkan keterangan para saksi di lokasi, korban sempat terlihat hanyut sejauh kurang lebih 25 meter sebelum akhirnya tenggelam. Kondisi diperparah karena korban diketahui tidak bisa berenang, sehingga tidak sempat menyelamatkan diri.
Dua orang saksi yang berada di lokasi kejadian yakni Fahri (19) buruh sawit,Baharuddin (40) warga setempat, Keduanya merupakan warga Dusun Wira 2 RT 002 Desa Santan Ulu.
Menindaklanjuti laporan kecelakaan air tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kabupaten Kutai Kartanegara (kukar) melalui tim rescue menyatakan telah melakukan persiapan personel, sarana prasarana, dan logistik untuk pelaksanaan operasi pencarian di lokasi kejadian. Sejumlah personel tim rescue yang diberangkatkan dari Mako Damkarmatan Kukar menuju lokasi antara lain, Ahmad Sudirman, Muhammad Refly, Sandi,Dedy Purnama.
Namun demikian, proses pencarian dihadapkan pada tantangan serius. Informasi dari warga menyebutkan bahwa di sekitar aliran Sungai Santan Ulu terdapat buaya berukuran besar, dengan panjang diperkirakan mencapai 8 hingga 11 meter, sehingga meningkatkan risiko bagi tim di lapangan.
“Keamanan personel menjadi perhatian utama. Potensi ancaman satwa liar seperti buaya tentu akan kami antisipasi dengan prosedur pengamanan yang ketat,” ujar Ahmad Sudirman Kepala Tim rescue Mako Damkarmatan Kukar.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan kerja, terutama bagi warga yang beraktivitas di sekitar sungai. Aparat desa bersama unsur terkait juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, mengingat kondisi arus sungai yang cukup deras serta potensi keberadaan satwa liar.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap korban masih terus diupayakan oleh Tim Rescue Mako Damkarmatan Kutai Kartanegara bersama masyarakat setempat.
(Yeni Adhayanti)

