Portalsembilan.com, Kutai Kartanegara – Sebuah rumah di pemukiman Jalan Barong Tongkok RT 23, Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, terbakar habis pada Minggu siang (11/1/2026) sekitar pukul 12.20 WITA. Kejadian yang disebabkan oleh kelalaian dalam memasak membuat satu anak mengalami syok berat dan harus dirawat di rumah sakit, sementara satu kepala keluarga dengan empat jiwa kehilangan tempat tinggal serta seluruh harta benda di dalamnya. Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dari Mako Damkarmatan Kukar dan Pos Pattimura Station bekerja sama dengan delapan kelompok relawan Redkar untuk memadamkan api, menghadapi tantangan jalan yang licin dan berlika-liku di atas lereng gunung.
Kronologi kejadian dimulai ketika anak korban yang tidak disebutkan namanya sedang merencanakan memasak mie untuk makan siang. Menurut keterangan yang disampaikan korban kepada personel lapangan, ia sedang merebus air menggunakan kompor saat merasa perlu untuk membeli beberapa bahan tambahan di warung dekat rumahnya. Tanpa menyadari bahwa kompor belum dimatikan, ia pergi meninggalkan rumah. Ketika kembali beberapa menit kemudian, ia menemukan asap hitam tebal keluar dari dalam rumah dan nyala api sudah mulai menyebar ke seluruh ruangan. Terkejut dan panik, anak tersebut langsung menangis dan memanggil bantuan dari warga sekitar, sebelum akhirnya mengalami syok dan pingsan.
Refly, seorang warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian, adalah orang pertama yang menemukan kejadian dan segera melaporkannya ke Damkarmatan sekitar pukul 12.20 WITA. Ia menambahkan bahwa warga sekitar telah mencoba melakukan langkah awal dengan menyiram air menggunakan ember dan selang dari sumur tetangga, namun api terus membengkak karena adanya bahan yang mudah terbakar di dalam rumah.
Mendapat laporan darurat, Mako Damkarmatan Kukar dan Pos Pattimura Station segera mengerahkan personel serta peralatan lengkap untuk menuju lokasi kejadian. Terdapat delapan unit kendaraan yang digunakan dalam operasi pemadaman mobil Gundam 3500, Dragon 5000, Mekes 1, Bentong 1, dua unit mobil Ziegler dari Jaluk Jagau, mobil Ambulance Damkar Kukar, serta mobil Portable untuk membawa perlengkapan tambahan. Selain itu, tim juga menggunakan dua selang 2,5 inci, tiga selang 1,5 inci, satu Y Connector, dan satu nozzle 1,5 inci untuk membentangkan aliran air ke berbagai titik terbakar.
Namun, perjalanan menuju lokasi tidaklah mudah. Jalan menuju Jalan Barong Tongkok merupakan jalan yang licin karena terkena genangan air dari hujan sebelumnya dan memiliki tikungan yang banyak serta berada di atas lereng gunung. Personel harus dengan sangat hati-hati mengemudikan kendaraan agar tidak tergelincir atau terjatuh, sementara beberapa relawan harus turun dari kendaraan untuk membersihkan jalan dari batu dan lumpur yang menghalangi perjalanan.
Setelah sekitar 20 menit perjalanan yang penuh tantangan, tim akhirnya tiba di lokasi dan langsung mengambil tindakan. Personel dibagi menjadi beberapa kelompok satu kelompok fokus pada memadamkan api di bagian rumah yang paling terbakar, kelompok lain membendung penyebaran api ke rumah-rumah tetangga, sementara tim medis langsung merawat anak korban yang masih dalam keadaan pingsan sebelum membawanya ke rumah sakit menggunakan ambulance. Delapan kelompok relawan Redkar yang ikut membantu Redkar Loa Lemas, Awang Long, GG Al-Iklas, Belida, Gunung Belah, Panji, Kramajaya, dan Teluk Dalam turut andil dalam membentangkan selang, membersihkan jalur akses, serta membantu warga mengeluarkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari rumah tetangga.
Setelah sekitar satu jam berjuang melawan kobaran api, api akhirnya berhasil dipadamkan secara keseluruhan sekitar pukul 13.30 WITA. Tim kemudian melakukan penyisiran menyeluruh dan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik panas yang tersisa yang bisa menyebabkan kebakaran kembali. Sayangnya, seluruh bagian rumah telah terbakar habis dan dinyatakan rusak berat, tidak bisa lagi dihuni. Keluarga yang terdiri dari empat jiwa kini harus tinggal sementara di rumah kerabat dekat lokasi kejadian.
Setelah operasi pemadaman selesai dan situasi terkendali, Kepala Damkarmatan Kukar, Fida Hurasani mengapresiasi penuh kerja keras yang ditunjukkan oleh seluruh personel dan relawan yang terlibat.
“Saya sangat bangga dengan dedikasi yang ditunjukkan oleh tim hari ini. Meskipun harus menghadapi jalan yang sangat sulit, mereka tetap mampu sampai ke lokasi dan memadamkan api dengan cepat. Kerjasama yang luar biasa antara Damkarmatan dan berbagai kelompok Redkar juga menjadi faktor utama yang membuat operasi ini berhasil,” ujar Fida dengan nada yang penuh rasa hormat.
Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang kehilangan rumah dan harta benda, serta berharap anak korban yang mengalami syok berat dapat segera pulih dengan baik.
“Kita turut berduka atas kehilangan yang dialami oleh keluarga ini. Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memberikan bantuan yang mungkin bisa diberikan, baik dalam bentuk material maupun dukungan lainnya untuk membantu mereka bangkit kembali,” tambahnya.
Fida juga menegaskan bahwa penyebab pasti kebakaran adalah kelalaian dalam memasak, di mana korban lupa mematikan kompor sebelum meninggalkan rumah.
“Kita harap kejadian ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat. Kecelakaan kecil akibat kelalaian bisa berkembang menjadi bencana besar yang merusak harta benda bahkan mengancam nyawa,” ujarnya dengan tegas.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Damkarmatan Kukar mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara untuk selalu meningkatkan kesadaran dan kehati-hatian dalam melakukan aktivitas sehari-hari, terutama yang berkaitan dengan sumber panas seperti kompor, lilin, atau alat elektronik.
“Saya mengimbau agar tidak pernah meninggalkan kompor atau alat pemanas yang menyala tanpa pengawasan. Jika harus keluar rumah sementara memasak, pastikan untuk mematikan semua sumber panas terlebih dahulu. Selain itu, selalu pastikan bahwa rumah Anda memiliki alat pemadam api ringan (APAR) yang masih dalam kondisi baik dan Anda mengetahui cara menggunakannya dengan benar,” pesan Fida.
Ia juga menekankan pentingnya memiliki rencana evakuasi yang jelas jika terjadi kebakaran dan mengetahui nomor darurat yang dapat dihubungi kapan saja. “Damkarmatan Kukar siap siaga 24 jam untuk membantu Anda dalam menghadapi kejadian darurat. Jangan ragu untuk menghubungi kami melalui nomor darurat yang telah kami sediakan. Namun, yang terbaik adalah kita bisa mencegah kejadian kebakaran sebelum terjadi dengan selalu menjaga keamanan dan tidak melakukan kelalaian yang bisa menyebabkan bahaya,” pungkasnya.
Kejadian hari ini menjadi pengingat penting akan betapa mudahnya sebuah kelalaian kecil bisa berkembang menjadi bencana besar, serta pentingnya kerja sama antara instansi dan masyarakat dalam menangani serta mencegah kejadian kebakaran di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.
(Yeni Adhayanti)

