Portalsembilan.com, Kutai Kartanegara – Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Jalan Awang Long RT. 09, Desa Liang/Liang Ilir, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, pada Kamis (27/11/2025) dini hari. Si jago merah dengan cepat melalap tujuh rumah warga, satu bangunan walet, dan merusak dua rumah lainnya. Akibatnya, 12 kepala keluarga (KK) atau 40 jiwa, yang terdiri dari 28 orang dewasa dan anak-anak, kehilangan tempat tinggal. Kerugian materi diperkirakan mencapai angka 2 miliar rupiah.
Namun, di balik upaya heroik pemadaman api, terungkap fakta bahwa keterlambatan laporan dari masyarakat menjadi kendala utama bagi petugas. Menurut laporan resmi dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kab. Kutai Kartanegara (Kukar) Pos Sektor Kecamatan Kota Bangun, laporan pertama diterima melalui media sosial Facebook pada pukul 04:39 WITA, disusul panggilan telepon via Facebook pada pukul 04:43 WITA. Padahal, kejadian kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 04:00 WITA.
“Kami menerima laporan inbox FB jam 04:39, lalu ditelepon via FB jam 04:43. Kami berangkat jam 04:43. Respon time kami 7 menit. Orang yang menelepon via FB itu saya tanya, dan kami sampai di lokasi jam 04:50,” ungkap salah satu petugas Pos Sektor Kota Bangun.
Api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 06:00 WITA, dan petugas terus melakukan pendinginan hingga pukul 06:30 WITA untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa.
Kepala Damkarmatan Kukar, Fida Hurasani, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim yang terlibat dalam pemadaman kebakaran di Liang Ilir. Ia juga menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa warga.
“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh tim Damkarmatan yang telah bekerja keras dan berani dalam menghadapi kebakaran ini. Kami juga turut berduka atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Liang Ilir,” ujar Fida Hurasani.
Dalam kesempatan tersebut, Fida Hurasani juga menyoroti kendala lain yang dihadapi petugas di lapangan, yaitu banyaknya masyarakat yang mencoba membantu sehingga menyulitkan pengaturan pola pemadaman. Ia mengimbau masyarakat untuk memberikan ruang kepada petugas agar dapat bekerja secara efektif dan efisien.
“Kami memahami niat baik masyarakat yang ingin membantu, namun kami mohon agar masyarakat dapat memberikan ruang kepada petugas agar dapat bekerja dengan lebih leluasa. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap bahaya kebakaran,” pesan Fida Hurasani.
Lebih lanjut, Fida Hurasani menekankan pentingnya pencegahan kebakaran. Ia mengimbau masyarakat untuk memeriksa instalasi listrik secara berkala, tidak menumpuk barang-barang mudah terbakar, dan menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah masing-masing.
Damkarmatan Kukar berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi kebakaran. Dengan dukungan dari pemerintah daerah dan partisipasi aktif dari masyarakat, Damkarmatan Kukar akan terus menjadi garda terdepan dalam melindungi masyarakat Kutai Kartanegara dari bahaya kebakaran, melayani dengan hati, dan melindungi dengan nyawa.
(Yeni Adhayanti)

