Portalsembilan.com, Kutai Kartanegara – Guna meningkatkan kapasitas teknis dan mempererat silaturahmi, relawan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar latihan simulasi pemadaman api di Markas Komando (Mako) Damkarmatan, Timbau, Tenggarong, pada Jumat (22/11/2025). Latihan ini melibatkan relawan dari empat kecamatan, yaitu Tenggarong, Loa Janan, Loa Kulu, dan Tenggarong Seberang.
Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Damkarmatan Kukar untuk membekali relawan dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi berbagai jenis kebakaran, termasuk kebakaran yang disebabkan oleh bahan bakar minyak dan gas.
Kasi Pemadaman dan Investigasi Damkarmatan Kukar, Muksin S.Sos, yang mewakili Kepala Damkarmatan Kukar, Fida Hurasani, menjelaskan bahwa latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis relawan serta mempererat hubungan antarrelawan dari berbagai kecamatan.
“Kegiatan ini tidak ada dalam agenda rutin, namun kami adakan sebagai ajang latihan bersama dan mempererat silaturahmi,” ujar Muksin. “Kami mengundang rekan-rekan dari Redkar (Relawan Damkar) untuk berlatih bersama, bukan untuk menguji kompetensi, tetapi untuk memberikan pemahaman tentang berbagai jenis kebakaran yang perlu mereka ketahui.”
Sebanyak 32 relawan dari empat kecamatan berpartisipasi dalam latihan ini. Rinciannya, 17 relawan dari Tenggarong, 9 relawan dari Loa Janan, 5 relawan dari Loa Kulu, dan 5 relawan dari Tenggarong Seberang. Setiap kecamatan mengirimkan perwakilan antara 5 hingga 7 orang.
Sebelum praktik pemadaman, para relawan diberikan pembekalan materi tentang teknik pemadaman api yang benar, terutama untuk kebakaran yang melibatkan bahan bakar minyak. Muksin menekankan pentingnya menyesuaikan pola pemadaman dengan jenis media yang terbakar.
Dalam simulasi pemadaman api dengan bahan bakar minyak, Damkarmatan Kukar menggunakan kolam berukuran 4×4 meter yang diisi dengan campuran 80-90 liter bahan bakar, meliputi minyak perkalit, solar, dan oli. Muksin menjelaskan bahwa pemadaman api dengan bahan bakar seperti ini memerlukan teknik khusus.
“Untuk memadamkan api yang berkobar seperti itu, tidak boleh menggunakan jet (semprotan lurus). Kita harus menggunakan spray untuk melindungi diri dan mendorong api keluar,” jelas Muksin. Ia juga menekankan pentingnya kerjasama tim, di mana anggota di belakang bertugas melindungi anggota di depan yang berfokus menghalau api.
Selain materi tentang pemadaman api dengan bahan bakar minyak, relawan juga mendapatkan materi umum tentang penanganan kebakaran yang disebabkan oleh bahan-bahan kimia. Muksin berharap materi ini dapat memberikan bekal pengetahuan kepada relawan, mengingat potensi terjadinya kebakaran dengan bahan-bahan kimia meskipun saat ini lebih sering terjadi kebakaran dengan bahan baku kayu.
“Kita tidak menutup kemungkinan adanya kebakaran sejenis bahan-bahan kimia. Mudah-mudahan tidak terjadi, tetapi kita perlu mengantisipasi dengan memberikan pengetahuan tentang cara memadamkan api dari bahan-bahan kimia dan minyak,” tambahnya.
Kegiatan pada hari itu tidak berhenti sampai di situ. Setelah istirahat dan salat Isya, para relawan melanjutkan kegiatan dengan dua permainan, yaitu simulasi pemadaman api yang disebabkan oleh gas (LPG) dan simulasi “begrab,” yaitu api yang menyembur dari kotak atau kontainer yang dibakar dan ditutup rapat.
Muksin berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat bagi para relawan, sehingga mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk menghadapi kebakaran, meskipun ia berharap kebakaran tidak terjadi. Ia juga mengapresiasi kehadiran relawan dari empat kecamatan dan berjanji akan membina mereka dalam menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam setiap pekerjaan.
“Kami sepakat bahwa siapapun yang bertugas di depan (memadamkan api) harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap,” tegas Muksin.
Mengenai kemungkinan melibatkan relawan dari kecamatan lain di luar wilayah Tenggarong, Muksin menjelaskan bahwa pihaknya masih fokus pada empat kecamatan terdekat sebagai langkah awal. Jika program ini berhasil, Damkarmatan Kukar akan menjadwalkan pelatihan serupa untuk relawan dari zona pantai atau zona ulu, sesuai dengan koordinasi dengan bidang penjagaan.
(Yeni Adhayanti)

