
Portalsembilan.com, Kutai Kartanegara – Banyak yang mengira tugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkarmatan) hanya sebatas menangani api yang membakar. Namun di Posko Damkarmatan Muara Jawa, paradigma itu berubah. Petugas Damkarmatan Muara Jawa di wilayah ini menjelma menjadi garda terdepan dalam penanganan berbagai satwa liar yang mengancam keselamatan warga, mulai dari ular kobra, buaya, hingga koloni tawon vespa yang sering bersarang di pemukiman padat.
Setiap laporan yang masuk dari warga segera direspons cepat. Dalam banyak kasus, tim Damkarmatan Muara Jawa turun dengan perlengkapan pengaman, memastikan tidak hanya keselamatan manusia, tetapi juga keberlangsungan hidup hewan yang ditangani. Hewan seperti monyet, biawak, cicak, atau tokek umumnya dirilis kembali ke alam bebas setelah proses evakuasi.
“Kami tidak membunuh, hanya memindahkan agar tidak mengganggu,” ujar salah satu petugas lapangan.
Pendekatan humanis ini menjadi nilai penting dalam tugas Damkarmatan Muara Jawa. Mereka memahami bahwa satwa liar juga bagian dari ekosistem yang harus dijaga. Penanganan dengan hati-hati, tidak menggunakan kekerasan, dan memperhatikan prosedur keselamatan menjadi prinsip utama di lapangan.
Selain evakuasi hewan, Damkarmatan Muara Jawa juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara mencegah gangguan hewan liar. Misalnya, menjaga kebersihan lingkungan, tidak menimbun sampah sembarangan, dan menutup akses lubang atau saluran air yang bisa menjadi tempat persembunyian hewan berbahaya.
Melalui program penanganan hewan ini, Damkarmatan Muara Jawa menunjukkan bahwa dedikasi mereka tak terbatas pada kobaran api. Mereka juga memadamkan ketakutan warga, menjaga harmoni antara manusia dan alam, serta membuktikan peran Damkarmatan sebagai pelindung kehidupan dalam arti yang sesungguhnya. (ADV/Damkarmatan)

